Berita Nasional

Kasus PMK Makassar Naik Jadi 194 Kasus, 37 Dipotong Paksa

Nurul Istiqamah - detikSulsel
Senin, 15 Agu 2022 13:36 WIB
Pasar hewan di Toraja Utara ditutup buntut temuan gejala PMK pada 7 ekor kerbau (Dok. Istimewa).
Foto untuk ilustrasi (Dokumen Istimewa).
Makassar -

Angka kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK pada ternak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren peningkatan yang semula 162 kasus naik menjadi 194 kasus. 37 Ekor di antaranya sudah dilakukan pemotongan paksa dengan konpensasi Rp 10 juta setiap ternak.

"(Konpensasi) Rp 10 juta per ternak," Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Herliyani saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Senin (15/8/2022).

Herliyani mengatakan peternak yang akan menerima konpensasi akan terlebih dahulu diverifikasi secara administrasi. Jika verifikasi rampung, barulah konpensasi diberikan.


"Diverifikasi dulu dokumennya oleh tim. Uang penggantian akan ditransfer langsung dari pusat masuk ke rekening peternak," jelasnya.

Berdasarkan data diterima, total 194 positif PMK di Makassar per hari ini merupakan akumulasi kasus sejak 9 Juli 2022. Sebanyak 83 di antaranya dinyatakan sembuh dan 7 lainnya mati.

Dengan demikian, kasus ternak positif PMK per tanggal 14 Agustus tersisa 67 sapi. Menurut Herliyani, pihaknya akan menunggu sampai ke-67 sapi positif PMK sembuh.

Jika sudah sembuh barulah sapi dapat diberikan vaksin. Hingga saat ini dosis vaksin yang diberikan baru 29 ekor.

"29 Ekor (yang sudah vaksin). Kalau sakit tidak bisa divaksin," terangnya.



Simak Video "Bikin Laper: Kapurung Khas Makassar yang Segar dan Mengenyangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/hmw)