Sebar Video Pengeroyokan, Wanita di Sidrap Divonis 2 Tahun Bui

Muhclis Abduh - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 14:26 WIB
Petugas PPSU aniaya pacar sendiri di Jakarta. Pria petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tersebut menganiaya seorang perempuan karena cemburu.
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Sidrap -

Wanita inisial MA (22) di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) divonis 2 tahun penjara. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya.

"Vonis terhadap terdakwa MA 2 tahun," ungkap Kasi Intel Kejari Sidrap, Adytio Ismutomo saat dikonfirmasi detikSulsel, Jumat (12/8/2022).

Sidang vonis kasus penyebaran video pengeroyokan tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidrap, Kamis (11/8). Agendanya mendengar pembelaan terdakwa, yang disusul langsung dengan pembacaan vonis.


"Kemarin majelis hakim skors sidang, setelah pledoi (pembelaan) kemudian dilanjutkan dengan putusan," papar Adytio.

Sebelumnya JPU mengajukan tuntutan 2 tahun 6 bulan penjara kepada terdakwa dalam sidang yang digelar pada Senin (8/8) lalu. MA dikenakan Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terpisah, JPU Rahma Wahid menambahkan, terkait vonis yang lebih rendah dari tuntutan JPU itu, pihaknya menyatakan menerima. Alasannya vonis yang diputuskan majelis hakim tidak di bawah 2/3 dari tuntutan.

"Kami menerima putusan hakim karena sesuai aturan internal, putusan yang tidak dibawah 2/3 dari tuntutan jaksa tidak wajib upaya hukum," papar Rahma.

Selain itu, pihaknya menilai majelis hakim juga telah mempertimbangkan pertimbangan dari JPU. Kemudian terdakwa juga menyatakan menerima putusan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan inisial TO (27) menjadi korban pengeroyokan tiga orang wanita di Kabupaten Sidrap, Sulsel. Kasus ini sudah berakhir damai, namun pelaku inisial MA (22) menyebar rekaman video kekerasan itu di media sosial.

Kasi Humas Polres Sidrap, AKP Zakaria menyatakan video berdurasi 29 detik tersebut merupakan video lama. Namun belakangan tersebar kembali.

"Itu video kejadian tahun lalu sebenarnya," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/7).

Zakaria menjelaskan, korban maupun ketiga pelaku sebenarnya sudah berdamai atas kejadian pengeroyokan tersebut. Namun belakangan videonya disebarkan oleh salah seorang pelaku inisial MA (22).

"Sudah damai untuk pengeroyokan. Hanya saja tersebar lagi itu video, dan korban tidak terima sehingga melaporkan penyebaran video itu," jelasnya.



Simak Video "Longsor Tutup Jalan di Parepare Sulsel, 4 Rumah Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)