19 Kerbau Tanpa Surat Sehat dari Jeneponto Gagal Masuk Toraja Utara

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 23:36 WIB
Satgas PMK Toraja Utara mencegat pengantaran 19 kerbau tanpa surat sehat.
Foto: Satgas PMK Toraja Utara mencegat pengantaran 19 kerbau tanpa surat sehat. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)
Toraja Utara -

Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggagalkan upaya pengantaran hewan ternak di wilayahnya. Satgas menemukan 19 ekor kerbau dari Jeneponto yang melanggar aturan lockdown ternak.

"Betul, kemarin itu kami cegat 19 ekor kerbau dari Jeneponto. Semua kerbau itu melanggar aturan lockdown yang ditetapkan pemerintah, kemudian saat kami periksa tidak ada kami temukan surat kesehatannya," kata Kepala Dinas Peternakan Toraja Utara, Lukas Pasarai kepada detikSulsel, Kamis (11/8/2022).

Lukas mengungkapkan, 19 kerbau itu diangkut menggunakan 2 mobil truk. Ternak tersebut tiba di perbatasan Tana Toraja-Toraja Utara tepatnya di Kecamatan Makale Utara sekitar pukul 03.40 Wita, Rabu (10/8) kemarin.


Saat hendak melintasi perbatasan, tim Satgas PMK Toraja Utara kemudian langsung mencegat dan memeriksa surat kesehatan dari belasan hewan ternak tersebut. Namun seluruh hewan ternak rupanya tidak memiliki surat sehat. Tim Satgas PMK lantas mengambil kebijakan untuk memulangkan belasan kerbau itu kembali ke daerah asalnya.

"Pemkab sudah tegas mengenai virus PMK ini. Makanya saat kami tahu kalau tidak ada surat sehatnya, itu langsung kami suruh pulang ke daerah asal. Kami tidak mau ambil risiko, karena di Toraja Utara sudah cukup banyak kerbau yang terinfeksi PMK. Sekarang sudah ada 150 kerbau terinfeksi PMK," ungkapnya.

Lukas juga mempertanyakan, sikap Pemkab Tana Toraja yang meloloskan 19 ekor kerbau itu sehingga hampir masuk ke wilayah Toraja Utara. Menurutnya, hal tersebut bisa membahayakan keberlangsungan hewan ternak yang ada di Tana Toraja maupun Toraja Utara.

"Saya tidak tahu yah kenapa Tana Toraja bisa meloloskan kerbau dari luar daerah itu masuk. Tapi memang saya dengar mereka (Pemkab Tana Toraja) sudah tidak melakukan penjagaan lagi di perbatasan. Pastinya, ini mengancam hewan ternak di Toraja Utara," ucap Lukas.

Terpisah, Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi mengakui sudah tidak ada lagi pos penjagaan di seluruh titik wilayah perbatasan Tana Toraja dengan daerah lain. Hal itu dikarenakan, tidak adanya anggaran yang disiapkan untuk petugas yang berjaga.

"Pos penjagaan dihentikan, karena ngga ada anggaran lagi, itu kesulitan kami. Padahal kita lagi semangat-semangatnya tapi tidak ada dukungan dari Pemkab Tana Toraja," ujarnya.

"Saya juga pusing ini, dikit-dikit Polres yang disalahkan. Kita ini polisi RI loh bukan polisi hewan. Tapi kami tetap siaga kok, kerja ikhlas aja," lanjutnya.



Simak Video "Ini Tata Cara Vaksinasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/hsr)