Irjen Sambo saat Muda Dipanggil Pepi, Ternyata Ketua Kelas SMA yang Ramah

Irjen Sambo saat Muda Dipanggil Pepi, Ternyata Ketua Kelas SMA yang Ramah

Taufik Hasyim - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 12:06 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo.
Foto: Irjen Ferdy Sambo. (dok. Istimewa)
Makassar -

Sebelum meniti karir di Polri, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di masa muda sempat mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 (Smansa) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Oleh teman-temannya di SMA, Sambo akrab disapa Pepi.

"Dia ramah dan mudah tersenyum ke semua orang tanpa perlu kenal dekat," ujar salah seorang alumni Smansa Makassar yang enggan disebutkan namanya kepada detikSulsel, Kamis (11/8/2022).

Sumber tersebut mengaku kenal baik dengan Pepi, alias Irjen Sambo.


"Kebetulan kami tidak pernah sekelas tapi sama-sama dari Jurusan Biologi, jadi kelasnya deketan," katanya.

Pepi saat SMA juga beberapa kali menjadi ketua kelas dengan prestasinya yang memuaskan.

"Anaknya pinter, ketua kelas yang baik. Ringan tangan membantu orang lain untuk apa yang dia bisa," imbuhnya.

Sejumlah teman-teman SMA Sambo kini mendoakan agar sosok yang dulu mereka sapa sebagai Pepi tetap tabah dalam menghadapi cobaan di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

"Saya dan semua kawan-kawan SMA Pepi mendoakan semoga Pepi tabah menghadapi cobaan ini dan berharap Pepi dapat hukuman seminimal mungkin," ujar sumber tersebut.

"Bagaimana pun kami mengenang Pepi sebagai teman yang baik, solider ke teman, dermawan serta ramah dan murah senyum. Insha Allah ada hikmah, semoga Pepi bisa memetik hikmahnya," lanjutnya.

Selepas SMA, Sambo kemudian masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1994. Beberapa tugas besar pernah diembannya, mulai dari Kepala Satgas TPPO Bareskrim Polri hingga Kepala Satgas Khusus Polri.

Namun karir Sambo yang gemilang seketika redup saat dia sudah berpangkat bintang 2 atau Irjen. Dia ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

"Timsus menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di kantornya dilansir dari detikNews, Selasa (9/8).

Dalam kasus ini, Ferdy Sambo disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Irjen Sambo dijerat Pasal 340 KUHP tersebut menyusul perannya sebagai dalang yang mengatur skenario pembunuhan Brigadir J.

Selain Ferdy Sambo, tiga bawahannya juga sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka di antaranya Bharada RE (E) Bripka RR, KM.

"Irjen FS saat ini dipatsuskan di Rutan Brimob, tentunya setelah penetapan tersangka akan ditahan dan akan diputuskan apakah akan ditahan di Rutan Brimob atau tempat lain setelah pemeriksaan FS sebagai tersangka," ucap Sigit.

Sebelum ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo terakhir dimutasi sebagai Pati Yanma Polri setelah dicopot dari jabatannya dari Kadiv Propam Polri.

Mutasi jabatan Irjen Sambo tertuang dalam telegram (TR) 1628/VIII/KEP/2022/4 Agustus 2022. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mencopot langsung Ferdy Sambo dari jabatan tertinggi dalam karirnya sebagai anggota Polri.

"Irjen Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri sebagai pati Yanma Polri, penggantinya Irjen Syahardiantono Wakabareskrim Polri sebagai Kadiv Propam," beber Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo pada Kamis (4/8).



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)