3 Desa di Bone Kembali Terisolir gegara Sungai Meluap, Akses Makin Sulit

Agung Pramono - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 10:53 WIB
Jembatan putus di Bone, Sulsel.
Foto: Jembatan putus di Bone, Sulsel. (Dok. Istimewa/Tangkapan Layar)
Bone -

Sebanyak 3 desa di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali terisolir gegara sungai meluap. Akses penyeberangan di wilayah itu makin sulit setelah jembatan gantung di daerah itu juga terputus.

"Betul, banjir di Sungai Tempe, Desa Polewali. Warga susah untuk keluar, kami kembali terisolir," kata warga Desa Polewali Tawakkal kepada detikSulsel pada Kamis (11/8/2022).

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Polewali , Kecamatan Kajuara, Kamis dini hari (11/8). Ada pun 3 desa yang terisolir di antaranya Desa Polewali, Desa Massangkae, dan Desa Mallahae.


Tawakkal menjelaskan, warga saat ini mengandalkan perahu sebagai akses penyeberangan jembatan di wilayah itu terputus. Namun penyeberangan perahu sulit dijangkau karena bersandar di tempat yang agak jauh untuk menghindari derasnya arus sungai.

"Kali ini harus jauh bersandar karena arusnya cukup deras. Anak sekolah juga tetap berusaha menyeberang, dan sudah ada 5 perahu yang siap mengantar menyeberang," sebutnya.

Pihaknya berharap agar jembatan segera dibangun kembali. Pasalnya akses penyeberangan dengan perahu membuat siswa terbebani biaya karena harus merogoh kocek Rp 4.000 per hari biaya pulang balik naik perahu.

Makanya dia juga berharap ada subsidi dari pemerintah terkait ini. Minimal subsidi transport penyeberangan untuk anak sekolah.

"Cukup anak sekolah saja disubsidi biaya transportnya. Karena saat ini kondisi orang tua mereka lagi kesusahan, dan penghasilan masyarakat terbengkalai semenjak jembatan putus," jelasnya.

Sementara Kepala Desa Polewali Hamrun M menuturkan, Desa Polewali memang dikelilingi sungai. Ketika banjir warga susah untuk keluar mau pun masuk.

"Sementara kita upayakan untuk warga menyeberang dan bisa beraktivitas. Utamanya anak sekolah," ucapnya.

Sekadar diketahui jembatan gantung di Dusun Barakkao, Desa Polewali, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone rusak pada Sabtu (5/8) sekitar pukul pukul 19.30 Wita. Penyebab jembatan ambruk karena kelebihan beban yang mengakibatkan talinya putus.

Ada 31 orang yang terjatuh ke sungai saat ingin mengantar orang sakit ke Puskesmas Kajuara. Termasuk orang sakit itu juga terjatuh ke sungai. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.



Simak Video "Polisi Selidiki Penyebab Putusnya Jembatan Gantung di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)