Sulawesi Tenggara

Siswa di Sultra Segel Sekolah gegara Tolak Kepsek Diaktifkan Lagi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Selasa, 09 Agu 2022 18:06 WIB
Siswa segel sekolah di Sultra.
Foto: Dokumen Istimewa.
Muna -

Sejumlah siswa SMA 1 Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyegel ruangan hingga gerbang sekolah. Akibatnya aktivitas belajar-mengajar lumpuh seharian.

Informasi yang dihimpun detikcom, Selasa (9/8/2022), para siswa menyegel sekolah usai Dikbud Sultra mengaktifkan kembali status Kepsek Asmal Tifa yang sebelumnya dinonaktifkan atas pelanggaran administrasi pencairan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tahun 2021.

Siswa juga membentang spanduk di gerbang sekolah bertuliskan 'Pak Jokowi tolong ganti Asmal Tifa'. Selain itu, siswa membawa poster bertuliskan 'Asmal Tifa Pembohong dan Tukang Fitnah Gaji'.


"Sebenarnya ini rentetan aksi beberapa bulan lalu penolakan kepsek Asmal Tifa. Tadi lumpuh proses belajar-mengajar di sekolah," kata Kapolsek Kontunaga Iptu Fajar Hidayat dihubungi detikcom, Selasa (9/8/2022).

Fajar menduga para siswa tersebut menyegel usai mengetahui Asmal Tifa diaktifkan kembali menjadi kepala sekolah SMA 1 Kontunaga. Padahal sebelumnya Asmal digantikan oleh pelaksana tugas atau Plt.

"Kejadian kemarin Senin (8/8) pagi ada dari Dikbud provinsi datang membawakan SK pengaktifan kembali bu Asmal sebagai Kepsek. Kemarin ada aksi tapi spontan, rapat guru batal," ujar dia.

Puncaknya pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wita, para siswa sudah datang ke sekolah lalu menyegel ruangan-ruangan siswa dan guru. Akibatnya aktivitas sekolah lumpuh.

"Ini tadi baru selesai pukul 12.00 Wita saat adzan Dzuhur. Tadi pagi mulai pukul 06.00 Wita sudah disegel seluruh ruang kelas oleh siswa," ungkapnya.

Dalam aksinya para siswa menolak keras kedatangan kembali Kepsek SMA 1 Kontunaga yang sempat di nonaktifkan.

"Mereka menolak bu Asma dikembalikan jadi Kepsek Kontunaga. Bisa dibilang lumpuh total (gegara sekolah disegel)," ungkapnya.

Fajar mengungkapkan pihaknya sudah melakukan mediasi terhadap guru-guru hingga Kepala Kantor Cabang Daerah (KCD) Dikbud Sultra agar bisa mendengarkan dan mempertimbangkan keluhan-keluhan para siswa.

"Kami berperan sebagai mediator, kami buka ruang komunikasi," ungkapnya.

Saat ini Fajar memastikan suasana sudah kondusif. Para siswa sudah menghentikan aksi protes dan segel ruangan sekolah.



Simak Video "Sempat 'Marahi' Jokowi karena HP Rusak, Sabrila Kini Dapat HP Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/asm)