Sulawesi Barat

Polisi Periksa Saksi Terkait Pembunuhan Pasutri di Mamasa

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 08 Agu 2022 21:57 WIB
Polisi melakukan olah TKP atas temuan pasutri tewas di Mamasa, Sulbar.
Foto: Polisi melakukan olah TKP atas temuan pasutri tewas di Mamasa, Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan pasutri bernama Porepadang (54) dan Sabriani (50) di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Sejumlah saksi masih diperiksa atas kematian dua korban yang ditemukan tewas bersimbah darah.

Kapolres Mamasa AKBP Harry Andreas menuturkan sejumlah saksi sudah diminta keterangan. Hanya saja pihaknya enggan menyebutkan terkait siapa dan berapa orang yang sudah diperiksa.

"Masih berjalan, kita masih belum bisa sampaikan berapa orang, dan siapa saja yang diperiksa, dari kemarin sampai pagi ini masih berjalan pemeriksaan," tutur Harry kepada wartawan, Senin (8/8/2022).


Namun Harry menuturkan, anak korban bernama Marvel (14) diharapkan bisa menjadi saksi kunci untuk mengungkap kasus ini. Anak korban saat ini sudah dirujuk ke rumah sakit Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Marvel diketahui sempat kritis dan tidak sadarkan diri saat ditemukan tergeletak bersama orang tuanya yang tewas bersimbah darah.

"Mudah-mudahan bisa segera mengambil keterangan, anaknya yang ada di Makassar sekarang," ungkap Harry.

Pihaknya berharap keterangan yang diperoleh dari sejumlah saksi bisa mempercepat upaya polisi mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Mamasa, pada Minggu (7/8) lalu.

"Kita mencari informasi dari mereka untuk membuat titik terang penyelidikan, sehingga bisa mengungkap kasus secara cepat," sebut Harry.

Sebelumnya Harry mengungkap pasutri Porepadang (54) dan Sabriani (50) merupakan korban penganiayaan. Hal itu berdasarkan adanya luka di kepala korban yang menjadi penyebab kematian keduanya.

"Kalau penyebab kematian karena adanya penganiayaan di bagian kepala," imbuhnya.

Hanya saja pihaknya belum bisa alat yang menyebabkan kepala kedua korban luka berdarah. Polisi menunggu hasil visum terhadap jenazah pasutri tersebut.

"Kami masih mempelajari itu, belum dipastikan, karena harus ada hasil visum et repertum," jelasnya.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)