26 KK Korban Kebakaran di Kendari Menanti Bantuan, 2 Bulan Tinggal di Tenda

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Senin, 08 Agu 2022 15:50 WIB
Korban kebakaran di Kendari masih mengungsi di tenda pengungsian. (Nadhir/detikcom)
Foto: Korban kebakaran di Kendari masih mengungsi di tenda pengungsian. (Nadhir/detikcom)
Kendari -

Sebanyak 26 kepala keluarga (KK) korban kebakaran permukiman pemulung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menanti bantuan pemerintah agar rumahnya kembali dibangun. Sudah 2 bulan setelah kejadian warga korban kebakaran masih tinggal di tenda darurat.

Pantauan detikcom di tempat pembuangan akhir (TPA) Puuwatu, Kendari, Senin (8/8), sebanyak 26 kepala keluarga yang terdampak mendiami tenda darurat sejak awal peristiwa kebakaran. Pemkot membangunkan tenda darurat di atas lahan bekas kebakaran.

Setiap tenda, warga memberi pembatas dari tumpukan pakaian dan tirai masing-masing keluarga. Sedangkan alasnya berasal dari terpal yang dibentang langsung di atas tanah. Tampak warga setempat tinggal dengan seadanya sambil menunggu uluran tangan pemerintah untuk dibangunkan rumah layak huni.


"Iya dijanjikan mau dibangunkan rumah oleh pemerintah tapi belum ada," kata warga korban kebakaran Nani ditemui detikcom, Senin (8/8).

Korban kebakaran di Kendari masih mengungsi di tenda pengungsian. (Nadhir/detikcom)Foto: Korban kebakaran di Kendari masih mengungsi di tenda pengungsian. (Nadhir/detikcom)

Nani bersama warga terdampak hanya bisa pasrah dengan keadaan seperti ini, sambil menunggu respon pemerintah. Dia bersama warga lainnya berharap agar pemerintah bisa lebih intens lagi memperhatikan keadaan mereka.

"Besok itu sudah masuk dua bulan kebakaran rumah dan kami masih di sini," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RT 25 Kelurahan Puuwatu Anas membenarkan hingga saat ini warganya yang terdampak belum mendapatkan bantuan pembangunan rumah. Informasi yang didapatnya saat ini terkendala pada urusan administrasi di tingkat pusat.

"Belum memang bangunan rumah (dibangunkan), masih proses mungkin terkendala (administrasi). Permintaan data untuk disodorkan ke pusat sudah, dari pihak Dinsos dan PUPR yang paling terakhir minta data," ungkapnya.

Ia mengaku sampai saat ini terus menunggu langkah pemerintah untuk merealisasikan pembangunan rumah layak huni tersebut.

"Iya kami menunggu saja dari pemerintah," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala memastikan saat ini proses bantuan untuk warga terdampak tersebut masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat.

"Teman-teman sudah sementara koordinasikan ke Kementerian Sosial. Itu masih kami tunggu dari kementerian (bangunan rumah permanen atau semi)" ungkap dia.

Ridwansyah memastikan keterlambatan bantuan dari pusat hanya persoalan koordinasi secara teknis, terutama terkait persyaratan-persyaratan yang diajukan guna merealisasikan kebutuhan warga setempat.

"Persoalan koordinasi saja, karena di kementerian itu banyak persyaratan. Kementerian juga sudah datang dan masih kami konsolidasikan," ungkap dia.

Sambil menunggu, Ridwansyah memastikan kebutuhan warga terdampak bisa terpenuhi oleh Pemkot Kendari.



Simak Video "Penghormatan Terakhir untuk Korban Kebakaran Apartemen Bronx "
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/nvl)