86 Hewan Ternak di Palopo Terjangkit PMK, Pemkot Minta Vaksin ke Pusat

Arzad - detikSulsel
Rabu, 03 Agu 2022 20:08 WIB
Sapi perah diprioritaskan Pemkot Sukabumi untuk disuntik vaksin PMK. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kaki pada hewan ternak.
Hewan ternak yang terjangkit PMK di Palopo terus meningkat. Foto: Siti Fatimah/detikcom
Palopo -

Jumlah hewan ternak di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terinfeksi penyakit mulut dan kaki (PMK) kian meningkat. Pemkot Palopo mencatat sebanyak 86 hewan yang terjangkit PMK tersebut.

"Untuk saat ini dari sumber data di lapangan itu sudah ada 86 yang terinfeksi PMK," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Palopo drh. Burhan, saat dikonfirmasi detikSulsel, Rabu (3/8/2022).

Burhan mengatakan, hewan yang akan divaksin nantinya ialah ternak yang masih dalam kondisi sehat. Sedangkan hewan yang telah terinfeksi langsung dipotong bersyarat.


"Yang divaksin nantinya ini adalah yang masih sehat, cuma kami belum dapat jatah vaksin dari pusat. Kalau yang terinfeksi itu tetap kita potong bersyarat di rumah pemotongan hewan," katanya.

Kendati begitu, pihaknya hingga kini belum menerima dosis vaksin yang akan digunakan pada hewan ternak. Ia mengatakan untuk vaksinasi tersebut pihaknya telah mengirimkan surat pengajuan ke pusat.

"Kami sudah mengirim surat ke provinsi, nanti provinsi yang teruskan ke pusat untuk pengalokasian vaksin PMK ini," jelasnya.

Sementara itu, pihaknya juga masih melakukan pendataan pada hewan ternak di sejumlah wilayah di Kota Palopo.

"Sementara teman-teman juga masih mendata secara real jumlah ternak yang terinfeksi PMK," imbuhnya.

Untuk mencegah penyebaran PMK, pihaknya menerapkan lockdown bagi hewan yang akan keluar atau pun masuk ke wilayah Kota Palopo. Seperti kerbau, sapi, kambing, dan babi.

"Di Palopo kita sudah lockdown untuk hewan jenis kerbau, sapi, kambing dan babi tidak boleh dilalulintaskan baik yang mau masuk Palopo maupun keluar dari wilayah Palopo," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Pemkot Palopo melaporkan 13 hewan ternak terkonfirmasi positif PMK. Hewan terjangkit PMK akan langsung disembelih demi mencegah penularan lebih meluas.

"Sudah ada 13 kasus (hewan ternak positif PMK) menurut data yang diperoleh di lapangan," ucap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Palopo drh. Burhanuddin yang dikonfirmasi pada Senin (25/7).

Burhan melanjutkan, hewan ternak terkonfirmasi positif PMK langsung dimusnahkan dengan cara pemotongan. Penyembelihan di rumah pemotongan hewan dengan didampingi oleh dokter hewan.

"Kalau punya ciri-ciri PMK langsung kita potong bersyarat di rumah pemotongan hewan dan didampingi langsung oleh dokter hewan," imbuhnya.



Simak Video "Ini Tata Cara Vaksinasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/ata)