Pedestrian Dikuasai PKL, Satpol PP Bongkar 13 Lapak Liar di Makassar

Nurul Istqamah - detikSulsel
Rabu, 03 Agu 2022 12:29 WIB
Penertiban pedagang kaki lima di Jalan Pelita Makassar.
Foto: Penertiban pedagang kaki lima di Jalan Pelita Makassar. (Nurul Istiqamah/detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 13 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibongkar Satpol PP Makassar. Lapak liar tersebut dibongkar karena berjualan bukan pada tempatnya hingga menguasai jalur pedestrian.

Pantauan detikSulsel di Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar pada Rabu (3/8/2022), tampak petugas mulai mengangkut material lapak pedagang yang dibongkar ke dalam mobil sekitar pukul 12.45 Wita. Ada 3 mobil truk dan 1 mobil pikap yang standby di lokasi.

Arus lalu lintas kendaraan dari Jalan Pelita menuju Jalan Pettarani Makassar tidak bisa dilalui kendaraan mobil. Lantaran petugas menutup sementara akses jalan di tengah aktivitas bongkar muat lapak pedagang di lokasi.


Penertiban pedagang kaki lima di Jalan Pelita Makassar.Foto: Penertiban pedagang kaki lima di Jalan Pelita Makassar. (Nurul Istiqamah/detikSulsel)

Sejumlah petugas yang tergabung dari Satpol PP dibantu aparat kepolisian masih terlihat di lokasi melakukan pengamanan. Pembongkaran lapak liar PKL di Jalan Pelita berlangsung lancar.

"13 semua (lapak liar yang dibongkar), Kelurahan Buakana 5 dan Ballaparang 8," ucap Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Makassar Muh Ridwan saat ditemui di lokasi.

Dia menjelaskan, pihaknya turun membantu Pemerintah Kecamatan Rappocini yang ingin menertibkan aktivitas sejumlah PKL liar. Pasalnya mereka berjualan di bahu jalan dan mengganggu fungsi pedestrian.

"Sebenarnya kita ini cuma mem-back up dari kecamatan, Kecamatan Rappocini. Karena ini kebersihan kita mau kembalikan ke fungsi awalnya. Jadi masalah prosedur," ungkapnya.

Pembongkaran lapak PKL di ruas jalan tersebut sudah didahului dengan penyampaian kepada pedagang agar proaktif memindahkan lapaknya. Namun dari tiga kali penyampaian tak kunjung digubris, pihaknya terpaksa membongkar.

"Dari teguran 1, 2 sampai 3 untuk melakukan pembongkaran sendiri. Tapi sampai sekarang mereka ini tidak mendengar himbauan dari kecamatan dan kelurahan," beber Ridwan.

Pihaknya pun akan tetap melakukan penertiban secara berkala meski belum menentukan jadwalnya. Apalagi penertiban ini juga dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak kecamatan.

"Belum pasti, tapi dari kecamatan pasti akan ada. Kenapa, karena pemerintah kota sudah ada programnya untuk kembalikan lagi fungsi pedestrian untuk pejalan kaki supaya cantik dilihat," pungkasnya.



Simak Video "Pembongkaran 48 Lapak PKL di Rangkasbitung"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)