Segel Gedung SD Mallengkeri Makassar Belum Dibuka, Siswa Tetap Belajar

Segel Gedung SD Mallengkeri Makassar Belum Dibuka, Siswa Tetap Belajar

Nurul Istiqamah - detikSulsel
Rabu, 03 Agu 2022 07:06 WIB
Aktivitas belajar siswa di SD Mallengkeri I Makassar.
Foto: Aktivitas belajar siswa di SD Mallengkeri I Makassar. (Nurul Istiqamah/detikSulsel)
Makassar -

Penyegelan gedung SD Inpres Mallengkeri I Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekolah masih belum dibuka. Namun aktivitas pembelajaran tetap berjalan normal.

Pantauan detikSulsel di SD Inpres Mallengkeri I, Rabu (3/8/2022), dari depan gerbang sekolah tidak terlihat tanda-tanda penyegelan. Aktivitas sekolah berjalan seperti biasanya.

Tampak di depan gerbang seorang guru dan satpam sekolah sudah menunggu para siswa yang berdatangan. Siswa terlihat diantar oleh masing-masing orang tuanya.


Namun ketika memasuki area sekolah, segel gedung baru terlihat di sisi kanan. Tampak pagar seng menutupi sebuah gedung di dalam area sekolah tersebut.

Di depan gedung itu, juga masih terdapat sebuah papan bicara berisikan pengumuman penyegelan oleh ahli waris bernama Alm Abdul Rasid Tawang. Papan bicara itu melarang siapa saja masuk tanpa izin ahli waris.

Meski begitu, siswa SD Inpres Mallengkeri ini tetap belajar normal seperti biasanya. Tampak sejumlah siswa menggunakan pakaian olahraga berkumpul di depan gedung yang tersegel asyik menerima arahan dari guru.

Aktivitas belajar di dalam kelas juga berjalan normal. Mereka tidak terpengaruh dengan adanya penyegelan gedung sekolah tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar Akhmad Namsum mengaku penyegelan sekolah tersebut dilaporkan terjadi sejak Rabu (28/7). Pihaknya pun sudah menurunkan tim meninjau SD yang ditutup paksa usai diklaim lahannya oleh warga.

"Karena ada yang mengklaim maka saya langsung perintahkan ini hari kepala bidang untuk segera turun cari data data untuk kami segera tindak lanjuti mengenai lokasi SD Mallengkeri. Pekan depan saya rapatkan saja cermati lebih lanjut," ucap Akhmad saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (28/7).

Pihaknya mengklaim lahan sekolah SD Mallengkeri I Makassar merupakan aset Pemkot Makassar. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan bidang aset untuk mengecek dokumen legalitas kepemilikan atas aset itu.

"Dari dulu ini jadi patron kami mati-matian mempertahankan aset. Tentu kami perlu didukung stakeholder dalam rangka pembuktian itu," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar Muhyiddin memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Apalagi Dinas Pertanahan Makassar disebut tengah mengupayakan pengamanan atas aset tersebut.

"Tetap jalan (proses pembelajaran). Karena laporan sekolah ke kami, dinas pertanahan akan melakukan pembatalan alas hak yang ditunjukkan oleh pemilik," tutur Muhyiddin yang dihubungi, Kamis (28/7).



Simak Video "Kafe Tak Berizin di Babarsari Disegel, Sempat Terjadi Perlawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/asm)