Pengakuan Habib Rizieq Jadi Tahanan Kota Ditepis Kemenkumham

Berita Nasional

Pengakuan Habib Rizieq Jadi Tahanan Kota Ditepis Kemenkumham

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 21 Jul 2022 07:00 WIB
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab mengaku menjadi tahanan kota usai bebas bersyarat. Namun, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) langsung menepis pernyataan itu dan menyebut Habib Rizieq keliru.

Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Rika Aprianti mengatakan status tahanan hanya berlaku untuk seseorang yang dalam proses persidangan. Sedangkan Habib Rizieq tidak begitu, melainkan sudah menjadi narapidana.

"Ini mungkin pemahaman dari Habib Rizieq yang keliru," ujar Rika Aprianti saat dihubungi seperti dilansir detikNews, Rabu (20/7/2022).


Lebih lanjut Rika Aprianti mengemukakan Habib Rizieq saat ini berstatus klien pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat. Habib Rizieq wajib mengikuti bimbingan sampai 10 Juni 2024.

"Jadi per hari ini Habib Rizieq itu statusnya adalah menjadi klien pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat dan wajib mengikuti bimbingan sampai 10 Juni 2024, gitu. Kalau tahanan mah belum bisa keluar," terangnya.

Pengakuan Habib Rizieq Jadi Tahanan Kota

Habib Rizieq mengaku harus melewati proses yang sensitif untuk mendapatkan pembebasan bersyarat. Maka dari itu, Habib Rizieq meminta maaf kepada semua pihak bila merasa tidak tahu soal bebas bersyarat dirinya.

"Kepada kawan-kawan, kepada semua yang selama ini ikut peduli perjuangan kita, kalau hari ini tidak diundang atau tidak tahu, atau terlambat kabarnya sampai, tolong dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," kata Habib Rizieq seperti dilihat detikNews dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Rabu (20/7).

"Ada prosedur-prosedur yang sangat sensitif yang kami jalani. Salah sedikit saja, pembebasan bersyarat nggak jadi," lanjutnya.

Habib Rizieq kemudian mengaku statusnya saat ini menjadi tahanan kota. Dia mengatakan masih harus wajib lapor secara berkala dan tidak bisa keluar kota maupun ke luar negeri.

"Saya berstatus mulai saat ini sebagai tahanan kota. Jadi bukan saya bebas murni begitu saja. Saya saat ini berstatus sebagai tahanan kota dan setiap bulan saya harus membuat laporan," kata dia.

"Saya tidak boleh keluar kota, keluar pulau, ke luar negeri kecuali dengan izin tertulis dari instansi yang telah ditentukan," imbuhnya.

(asm/sar)