Dinsos Makassar Blokir Rekening ACT Sulsel, Izin Tidak Diperpanjang

Dinsos Makassar Blokir Rekening ACT Sulsel, Izin Tidak Diperpanjang

Ibnu Munsir - detikSulsel
Selasa, 12 Jul 2022 21:21 WIB
Kantor ACT Cabang Sulsel di Kota Makassar tutup sementara.
Foto: Kantor ACT Cabang Sulsel di Kota Makassar tutup sementara. (Muh Ishak Agus/detikSulsel)
Makassar -

Dinas Sosial (Dinsos) Makassar memblokir rekening pengumpulan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan izin kegiatannya tidak akan diperpanjang.

"Untuk saat ini semua rekening yang terkait dengan ACT sementara ini dibekukan. Jadi kemungkinan besar tidak ada lagi aliran dana keluar ataupun masuk," tegas Kepala Dinsos Makassar Aulia Arsyad saat dikonfirmasi Senin (11/7/2022).

Kebijakan tersebut disebut sebagai tindak lanjut keputusan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait pencabutan izin pengumpulan uang dan barang (PUB) terhadap lembaga filantropi tersebut.


"Jadi kami di sini menindaklanjuti dari SK menteri sosial terkait pembekuan penyelenggaraan pungutan sumbangan yang dilakukan oleh ACT untuk saat ini dihentikan dulu sampai selesai hasil pemeriksaan," urai dia.

Aulia mengaku, ACT Sulsel terdaftar di Dinsos Sosial sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial. Hal itu tertuang dalam surat tanda terdaftar bernomor: 062/65/Terdaftar/Dinsos/XI/2022 yang diteken pada 11 November 2020.

Surat itu berlaku selama 2 tahun yang akan berakhir pada 11 November 2022. Namun pihaknya menegaskan tidak akan memperpanjang hal tersebut sampai ada kebijakan lebih lanjut dari Kemensos.

"Jadi kemungkinan untuk sementara kami tidak akan perpanjang dulu izin kegiatannya karena jenis kegiatan yang mereka ajukan ke dinas sosial adalah kegiatan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan," beber Aulia.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar untuk tidak sementara menyalurkan donasi ke ACT Sulsel. Menurutnya, sumbangan bisa langsung disalurkan ke lembaga lain atau masyarakat di sekitarnya yang membutuhkan.

"Kepada masyarakat Kota Makassar, yang saya yakin semua baik-baik, suka berbagi, tolong diperhatikan lagi lembaga-lemba yang melakukan pungutan sumbangan. Mungkin lebih peduli lingkungan sekitar, memberikan langsung kepada yang sangat membutuhkan," pesannya.

Pihaknya pun akan menyurati ACT Sulsel terkait kebijakan yang merupakan tindak lanjut keputusan Kemensos tersebut. Hanya saja pihaknya mengaku kesulitan menemui pihak ACT Sulsel sejak kantornya resmi ditutup Jumat (8/7) pekan lalu.

"Sebenarnya kami ingin bertemu dengan pengelola ACT untuk menyampaikan surat penyampaian dari kami terkait tindak lanjut SK Menteri Sosial," sebut Aulia.

Diketahui Dinsos Makassar sebelumnya turun memantau memastikan tidak ada lagi aktivitas pengumpulan donasi oleh ACT Sulsel di kantornya di di Jalan Sultan Alauddin Plaza Ruko BB Nomor 11, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini ini, Senin (11/7).

"Sejak hari Jumat kantornya sudah ditutup. Jadi kami juga tidak tahu kirim di mana surat penyampaiannya. Kami sudah buatkan surat penyampaian bahwa untuk menghentikan sementara kegiatan pengumpulan dana," pungkasnya.

ACT Sulsel Inisiatif Tutup Kantor di Makassar

Sebelumnya Kepala Cabang ACT Sulsel Maskur Muhammad mengaku pihaknya menutup sendiri kantornya yang berlokasi di Kota Makassar. Seiring kebijakan Kemensos yang mencabut izin PUB ACT.

"Tutup sendiri, karena kita mengikut proses yang ada di Pusat juga," ucap Maskur yang dihubungi detikSulsel, Jumat (8/7).

Maskur pun belum bisa memastikan sampai kapan penutupan kantor ACT Sulsel dilakukan. Pihaknya pun enggan berkomentar lebih jauh terkiat isu dugaan penyalahgunaan dana yang menerpa ACT.

"Informasinya langsung ke Pusat (ACT) saja boleh. Saya tidak ada statement yang bisa saya kasih keluar untuk sementara waktu," pungkas Maskur.



Simak Video "Petinggi ACT Ibnu-Hariyana Didakwa Gelapkan Dana Korban Lion Air JT610"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)