Berita Nasional

Cerita Selamatnya SYL-Airlangga dari Reshuffle Kabinet, Ada Lobi Politik

Tim detikX - detikSulsel
Senin, 20 Jun 2022 17:36 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto: Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto nyaris terdepak dari Kabinet Indonesia Maju yang baru saja di-reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Keduanya selamat berkat lobi-lobi elite partai politik.

Ketua Umum (Ketum) NasDem Surya Paloh yang mendapat informasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bakal terguling dari kabinet disebut melakukan lobi langsung ke Istana Negara. Surya datang menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Senin, 13 Juni 2022 sekitar pukul 10.00 WIB. Surya ingin mendengar alasan Jokowi ingin mendepak kader Partai NasDem tersebut dari kabinet.

"Betul, Pak Surya datang melalui pintu barat. Bukan Selasa, tapi Senin pagi," kata Ketua DPP Partai NasDem Charles Meikyansyah kepada reporter detikX pekan lalu.


SYL memang santer disebut menjadi salah satu menteri yang bakal diganti Jokowi. Rencana reshuffle SYL ini juga dibenarkan beberapa kader Partai NasDem.

"Ada dua alasan di-reshuffle. Yang pertama tidak perform dan kedua skandal. Syahrul tidak seperti itu. Apa alasan dia diganti?" kata sumber detikX menirukan perkataan Surya Paloh kepada Jokowi.

Sumber detikX ini mengetahui pertemuan Surya Paloh dan Jokowi tersebut. Jokowi disebut tidak bisa menjawab pertanyaan Surya Paloh tersebut.

SYL akhirnya aman dari reshuffle. Jokowi hanya mendepak dua menteri dari kabinet. Yakni Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil yang diganti Hadi Tjahjanto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang kini diserahkan ke Zulkifli Hasan (Zulhas).

Sama halnya dengan SYL, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga dikabarkan masuk dalam daftar nama menteri yang akan kena reshuffle. Nama besar yang terguling dari kabinet sempat dilontarkan Ketua DPP PAN Dradjad Wibowo. Banyak yang menduga, Airlangga merupakan nama besar yang dimaksud Dradjad.

"Ya, memang ada isu," ungkap Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada reporter detikX pekan lalu.

Ace bahkan menyebut tidak hanya isu reshuffle, Airlangga juga diisukan akan digusur dari posisi Ketum Golkar. Namun Ace menilai upaya tersebut lemah karena Ace menyebut justru di era Airlangga, elektabilitas Golkar meningkat. Selain itu, konsolidasi di internal partai juga cukup kuat. Sehingga tak ada alasan untuk menggulingkan Airlangga sebagai Ketum Golkar.

"Lihat gedung DPP ini, ini yang membangun Pak Airlangga," kata Ace Hasan.

Diketahui beredar dukungan kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi Ketum Golkar secara diam-diam. Bahkan dukungan kepada Bahlil ada yang terang-terangan dilakukan seperti dukungan dari massa bernama Jaringan Pemuda Muslim Cinta Tanah Air.

Ace kemudian menyinggung Bahlil yang disebutnya bukan kader Golkar. Bahlil diakuinya memang pernah tercatat aktif di Golkar. Namun kini tidak lagi.

"Beliau juga mengaku menjadi menteri bukan representasi Golkar," kata Ace.

Sumber detikX di internal BKPM membenarkan isu terkait Bahlil tersebut. Dua sumber ini menyebut rencana reshuffle Airlangga bagian dari skenario mengganti Airlangga sebagai Ketum Golkar. Penggantian Airlangga disebut akan dilakukan lewat mekanisme musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

"Bahlil menunggu reshuffle," kata sumber detikX ini.



Simak Video "NasDem soal Isu Reshuffle 15 Juni: Itu Domain Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)