Sulawesi Tenggara

Saat Eks Bupati Busel Melucu Ngaku Bawa Bom di Pesawat Tapi Tak Lucu

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 15 Jun 2022 07:00 WIB
Ilustrasi kabin pesawat kosong tanpa penumpang
Ilustrasi penumpang ngaku bawa bom di pesawat (Foto: Getty Images/EllenMoran)
Baubau -

Mantan Bupati Buton Selatan (Busel) La Ode Arusani membuat candaan membawa bom saat masuk ke kabin pesawat di Bandara Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Arusani berakhir diturunkan dari pesawat karena candaannya itu sama sekali tidak lucu.

Arusani awalnya dilaporkan hendak ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar sekitar pukul 09.00 Wita, Selasa (14/3). Arusani dikabarkan sedang bersama seorang anggota DPRD yang tak disebutkan identitasnya.

Saat memasuki kabin pesawat, anggota DPRD dimaksud sempat menanyakan mengapa tas Arusani terasa berat sekali. Entah mengapa Arusani menjawab pertanyaan itu dengan berkelakar bahwa tasnya berisi bom.


"Sama anggota dewan kan dia. Anggota dewan itu (mengatakan), Pak Arusani kok bawa tas berat sekali, (Arusani jawab) ya ini isinya bom," ujar Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo saat dihubungi detikcom, Selasa (14/6/2022).

Rupanya candaan Arusani itu didengar oleh seorang pramugari. Karena tak ingin ambil resiko, pramugari itu langsung melaporkan Arusani ke pilot, selanjutnya Arusani diturunkan dari pesawat.

"Kedengaran sama Pramugara langsung diturunkan," katanya.

Arusani Dibawa ke Polsek

Candaan soal bom itu berbuntut panjang. Arusani diamankan ke Polsek setempat untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

"Dari pihak maskapai baik, akhirnya pak Arusani membuat pernyataan di Polsek Murhum," kata Erwin.

Dalam pernyataannya Arusani mengaku salah. Dia mengatakan dirinya hanya bercanda.

"Bahwa benar saya selaku pihak pertama secara tidak sengaja telah mengeluarkan lisan yang menyebutkan sabun bom di dalam pesawat Wings Air yang membuat pihak maskapai tidak terima," kata Arusani dalam surat pernyataannya.

"Saya sebagai pihak pertama menyatakan permohonan maaf saya kepada pihak kedua dan tidak menaruh dendam atas insiden yang sudah terjadi dan menjamin tidak akan menimbulkan permasalahan baru nantinya," kata Arusani.

Kemudian Arusani dan pihak maskapai sepakat tak memperpanjang permasalahan tersebut ke ranah hukum. Kedua pihak pun sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

"Bahwa kami dari kedua belah pihak telah menyelesaikan perkara ini sesuai dengan mekanisme yang sudah disepakati oleh kami kedua belah pihak dan saya sebagai pihak pertama berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja," ujarnya.