Sulawesi Barat

Pengungsi di Sulbar Pascagempa M 5,8 Jadi 15.320 Jiwa, 17 Orang Terluka

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 09 Jun 2022 20:05 WIB
Warga bertahan di pengungsian usai gempa Mamuju, Sulbar.
Foto: Warga bertahan di pengungsian usai gempa Mamuju, Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamuju -

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), tercatat mencapai 15.320 jiwa. Selain itu, 17 orang dilaporkan terluka.

Berdasarkan data BNPB, di Kabupaten Mamuju terdapat 7.670 jiwa yang sementara ini mengungsi. Ada tiga titik pengungsian warga yakni di Stadion Mamuju, Kantor Bupati Mamuju, dan Kantor TVRI Sulawesi Barat di Mamuju.

Sementara di Kabupaten Majene, total pengungsi sementara sebanyak 7.650 jiwa. Warga mendirikan tenda darurat menggunakan terpal di beberapa titik tak jauh dari permukiman mereka, di pelataran masjid Deking dan di SMK Kota Tinggi.


Selain itu, ada 17 warga dilaporkan terluka akibat gempa bumi ini. Dari 17 warga, dua di antaranya wanita hamil dan mengalami keguguran.

"Dampak terjadi gempa tidak terlalu signifikan, alhamdulillah tidak ada masyarakat yang meninggal dunia, ada 17 orang yang luka-luka," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Kamis (9/6/2022).

Suharyanto mengatakan, keselamatan warga adalah hal utama dalam bencana gempa bumi ini. Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan pendataan terutama terhadap warga yang dirawat.

"Kemudian masyarakat yang mengungsi diyakinkan kebutuhan dasarnya terpenuhi," tambah Suharyanto.

Selanjutnya, Suharyanto juga menyebut ada 70 rumah yang terlapor rusak akibat gempa. Rumah rusak itu akan mendapat bantuan rehabilitasi. Jumlah bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

"Setelah tanggap darurat selesai, dalam tanggap darurat itu dilaksanakan pendataan rumah yang rusak, apakah 70 atau lebih, termasuk infrastruktur yang lain. Mudah-mudahan setelah tanggap darurat selesai, mudah-mudahan cepat dilaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi," beber Suharyanto.

"Nanti rumah ini diperbaiki pemerintah, dilihat kategorinya, rusak berat akan mendapat bantuan dana Rp 50 juta. Rusak sedang dan rusak ringan kami akan koordinasi dengan bapak Gubernur,"lanjutnya.

Sebelumnya, BNPB menetapkan status tanggap darurat bencana atas gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Dalam masa kebutuhan dasar pengungsi dipastikan harus terpenuhi.

"Ini masih dilakukan pendataan, langkahnya setelah dilaksanakan peninjauan kami tetapkan tanggap darurat, dilaksanakan paling tidak tiga (hari) sampai satu minggu," ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam kunjungannya di Mamuju, Sulbar, Kamis (9/6).

Suharyanto berkesempatan memantau pengungsi di Stadion Manakarra, di Jalan Usman Jafar, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju. Dia juga menekankan pendataan riil terhadap korban terdampak atas gempa bumi Mamuju magnitudo (M) 5,8.

"Di situ akan dilakukan pendataan, yang utama adalah jiwa manusia. Keselamatan warga yang prioritas, yang luka-luka dirawat, kemudian masyarakat mengungsi diyakinkan kebutuhan dasarnya terpenuhi," sambungnya.



Simak Video "Trauma dan Takut Gempa Susulan, Ribuan Warga Mamuju Ngungsi"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)