Sulawesi Barat

Pengungsi Gempa Mamuju Keluhkan Makanan Terbatas, Makan Nasi Sisa

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 09 Jun 2022 11:28 WIB
Pengungsi gempa Mamuju mengeluhkan bantuan makanan yang masih terbatas (Dok. Istimewa)
Foto: Pengungsi gempa Mamuju mengeluhkan bantuan makanan yang masih terbatas (Dok. Istimewa)
Mamuju -

Pengungsi gempa Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) berkekuatan magnitudo (M) 5,8 mengeluhkan bantuan makanan yang terbatas. Seorang pengungsi bahkan mengaku terpaksa memakan nasi sisa karena belum ada bantuan makanan.

"Belum dapat makanan, katanya sudah habis, tadi katanya balita diutamakan, kita mau cari sendiri tapi tidak ada kompor," ujar Ramliah, salah satu pengungsi di Stadion Manakarra, Mamuju kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).

Ramliah mengaku belum ingin pulang ke rumah. Ia trauma dan takut gempa susulan sehingga memilih bertahan di lokasi pengungsian walau harus dengan kondisi seadanya.


"Belum mau pulang, mungkin satu dua (atau) tiga hari bertahan di sini," ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan pengungsi lainnya, Amaliah. Dia mengaku belum mendapat bantuan makanan sejak mendatangi lokasi pengungsian ini, Rabu (8/6).

"Belum pernah dapat bantuan, makanan pun belum dapat," tuturnya lirih.

Diakui Amaliah, pagi ini terpaksa sarapan menggunakan nasi sisa yang diperoleh suaminya dari tempat lain. Ia mengaku sangat berharap bantuan makanan lantaran belum berani pulang ke rumah.

"Sudah sarapan pakai sisa nasi tadi malam yang diambil di warung," kata Amaliah.

Sementara itu Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan warganya di pengungsian. Ia meminta para pengungsi untuk bersabar.

"Jadi memang ini kita bergerak cepat, belum sepenuhnya bisa kita penuhi. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa normal. Kita siapkan sarapan, makan siang dan makan malam," ujar Sutinah kepada wartawan saat memantau kondisi para pengungsi di Stadion Manakarra, Mamuju, Kamis (9/6) pagi ini.

Sutinah mengaku beberapa titik pengungsian telah dilengkapi dapur umum. Dia berharap dapur umum membantu memenuhi kebutuhan warga.

"Jadi untuk saat ini dapur umum yang siap sekarang, ada dua titik yah, ada di Stadion ini karena memang pengungsinya paling banyak dan jalur dua, ini kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun teman-teman TNI-Polri," pungkas Sutinah.



Simak Video "Trauma dan Takut Gempa Susulan, Ribuan Warga Mamuju Ngungsi"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/hmw)