Cemasnya Honorer Pemprov Sulsel Mengabdi 17 Tahun Mau Diganti Outsourcing

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 04 Jun 2022 08:55 WIB
ILUSTRASI/ Kantor Gubernur Sulsel
Foto: Kantor Gubernur Sulsel. (Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Makassar -

Sejumlah tenaga honorer lingkup Pemprov Sulsel cemas atas rencana pemerintah pusat menghapus status tenaga kontrak atau non ASN. Kebijakan ini dianggap akan membuat nasib mereka terancam, tergantikan dengan outsourcing atau tenaga alih daya.

Kebijakan itu diatur dalam surat edaran bernomor B/185/M.SM.02.03/2022 yang diundangkan pada 31 Mei 2022 oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. Penghapusan honorer menyusul dalam regulasi tersebut ditegaskan, status kepegawaian di instansi pemerintah hanya mengenal PNS dan PPPK.

"Saya sudah 17 tahun jadi honorer. Harapan saya Pemprov lebih mengutamakan honorer yang sudah lama, yang lebih berpengalaman," ucap salah satu tenaga honorer Pemprov Sulsel NN saat dikonfirmasi, Jumat (3/6).


Ada kekhawatiran kebijakan penghapusan honorer membuat tenaganya tidak digunakan lagi. Dia berharap lamanya pengabdian di instansi pemerintah tidak dikesampingkan jika kebijakan itu diterapkan.

"Ada kebijakan khusus agar kami tetap mengabdi. Bukan outsourcing," tutur dia.

NN beranggapan outsourcing membuat posisinya terancam digantikan orang baru. Sistem tenaga alih daya tidak lagi menjadi tanggung jawab Pemprov Sulsel, namun pihak ketiga yang merekrut tenaga baru.

"Kita jadi orang lain mi dari pihak ketiga. Diikat perusahaan swasta bukan lagi pemerintah. Umpama tidak dibutuhkan mi, sudah selesai (kontrak)," papar NN.

Jika kemungkinan terburuk itu terjadi dan berdampak kepada dirinya, NN bingung dengan pertaruhan nasibnya. Opsi mengikuti seleksi CPNS, atau PPPK tidak memungkinkan lagi karena terkendala usia yang sudah di atas 35 tahun. Dirinya pesimis bisa bersaing.

"Kan sama ji, kalau kita daftar untuk umum, untuk ujian yang sama dengan orang yang baru lulus, lebih menang mereka, ketimbang kita yang sudah di dunia kerja," jelas NN.

Sementara tenaga honorer Pemprov Sulsel lainnya berinisial AN berharap ada alternatif lain atas kebijakan penghapusan honorer agar bisa tetap bekerja. Dia waswas nasib mereka menggantung hingga didepak karena kehadiran outsourcing.

"Kalau masih bisa ki dipertahankan, semoga masih bisa ji ada jalan," tutur AN yang telah mengabdi 4 tahun menjadi honorer Pemprov Sulsel.

Dia mengaku sempat mengikuti seleksi CPNS tahun lalu. Meski sebelumnya gagal, dia masih berencana akan mengikuti tes PPPK dan CPNS berikutnya.

"Kalau memang bisa tahun ini, saya ikut PPPK, lalu tahun depan saya daftar lagi CPNS kenapa tidak, itu yang lebih menjanjikan (ketimbang outsourcing)," tandasnya.

Dalam aturan Kemenpan RB disebutkan kebijakan penghapusan tenaga honorer mulai diterapkan 28 November 2023. Seiring diterapkan aturan itu, instansi pemerintah tidak lagi mengenal status kepegawaian honorer atau tenaga non ASN, selain PNS dan PPPK.

Pemprov Sulsel Dorong Honorer Ikut Tes CPNS-PPPK

Pemprov Sulsel mendorong 12.000 tenaga honorernya mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS dan PPPK di tengah rencana penghapusan honorer. Opsi ini yang bisa ditempuh agar nasib mereka mendapat kejelasan.

"Honorer didorong memanfaatkan formasi PPPK atau PNS. Tentunya ini membutuhkan kesiapan masing-masing individu," sebut Imran yang diminta keterangannya, Kamis (2/6).

Pihaknya mengaku akan mengawal tenaga honorer Pemprov Sulsel agar bisa bersaing dan lolos dalam seleksi CASN tersebut. Tahap pertama dengan melakukan pemetaan tenaga non-ASN yang ada untuk kemudian dites kompetensinya.

"Kita ada 12.000 lebih (honorer). Itu sudah termasuk guru," ungkap dia.

Menurutnya tes kompetensi bagi tenaga honorer ini untuk mengetahui kemampuannya. Selain itu menambah pengalaman mereka agar bisa ikut seleksi CPNS dan PPPK ke depan.

"Jadi mereka nanti terbiasa, mengetahui kemampuannya. Tes tersebut juga sebagai latihan untuk ketika nanti ada tes PPPK misalnya, mereka sudah sangat siap," jelasnya.



Simak Video "Bikin Laper: Kapurung Khas Makassar yang Segar dan Mengenyangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)