Sulawesi Utara

Viral Curhat Gadis Bitung Lulus SNMPTN FK Unsrat Tapi Tak Punya Biaya

Trisno Mais - detikSulsel
Minggu, 29 Mei 2022 18:45 WIB
Unggahan viral calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat.
Foto: Unggahan viral calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat. (dok. istimewa)
Bitung -

Seorang calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado viral di media sosial. Dia lulus melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun tersandung masalah biaya.

Calon mahasiswa tersebut bernama Marselinda Morensia Mulalinda. Dia viral usai mencurahkan keinginannya tetap bisa mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Unsrat Manado melalui media sosial.

Dalamunggahan yang beredar, Sabtu (28/5/2022), gadis itu mengaku hanya punya sisa waktu 10 hari untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp 14 juta. Jika tidak, harapannya untuk menjadi dokter pupus.


Unggahan viral calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat.Bukti tagihan UKT calon mahasiswa Unsrat Manado yang viral. Foto: (dok. istimewa)

Dia dalam unggahan itu turut mengunggah beberapa foto lainnya. Seperti kartu tes, bukti kelulusan SNMPTN, piagam penghargaan yang pernah didapat, dan biaya yang harus dibayarkan.

"Waktu yang saya miliki tinggal 10 hari lagi untuk menuju masa depan atau terhenti di sini," tulis akun Facebook Ien Mulalinda, seperti dilihat detikcom, Minggu (29/5).

Unggahan viral calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat.Bukti kelulusan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat. Foto: (dok. istimewa)

Gadis itu lalu bercerita pengalamannya ketika mendaftar di Fakultas Kedokteran Unsrat Manado. Dia mengaku sengaja tidak memberitahukan kepada kedua orang tuanya ketika mendaftar di Fakultas Kedokteran.

Aksi nekat itu sengaja disembunyikan lantaran ia tahu apabila kedua orang tuanya mengetahui, maka ia tidak diizinkan mendaftar karena masalah ekonomi. Apalagi ayahnya hanya seorang tukang kayu, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga.

"3 bulan lalu tanpa sepengetahuan orang tua saya mendaftarkan diri untuk kuliah mengambil jurusan kedokteran. Saya tahu orang tua saya tidak akan mampu membiayainya," tambah dia.

Namun, kondisi ekonomi tidak lantas menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang. Dia kemudian dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat Manado. Ketika mendapatkan informasi itu, ia mengaku senang, namun juga sedih.

"Ayah saya adalah tukang kayu atau bangunan, namun karena sudah lansia maka panggilan bekerja kayu dan bangunan sudah jarang sekali. Ayah beralih menjadi tukang ojek, namun jika sakit asam urat dan kolesterolnya kumat, ibulah yang menggantikan ayah mengantar penumpang," tulis akun itu.

Setelah ia dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa Fakultas Kedokteran, hingga kini ia dan kedua orang tuanya terus berusaha mencari jalan keluar untuk mendapatkan biaya kuliah.

"Puji Tuhan pada bulan Maret yang lalu saya dinyatakan lulus masuk kedokteran Unsrat jalur SNMPTN. Namun saya bingung karena biaya UKT yang besar. Orang tua saya sudah berusaha namun batas pembayarannya tinggal 10 hari lagi dan kami belum mendapat jalan keluar sampai hari ini," kata dia.

Gadis itu lalu ikut mengunggah sejumlah prestasi ketika masih duduk di SMP dan SMA. Dia mengaku meskipun punya segudang prestasi, namun hal tersebut bukan menjadi jaminan bisa kuliah di Fakultas Kedokteran. Pasalnya ia tak punya biaya untuk membayar UKT.

Dia menyebut selama sekolah pernah mendapatkan berbagai piagam penghargaan. Dia berharap dengan prestasi tersebut lantas punya peluang untuk mendapatkan beasiswa.

"Saya tidak punya biaya untuk kuliah. Saya hanya punya piagam-piagam dan medali ini, yang saya kumpulkan selama SMA. Saya berharap ini semua bisa menolong saya untuk kuliah, namun saya tidak tahu bagaimana caranya. Waktu saya tinggal 10 hari lagi. Tolong bantu saya," tulis dia.

Belakang diketahui, gadis itu merupakan warga Desa Towaan Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Dia mengaku unggahan itu ditulis pada Sabtu (28/5).

"Tadi saya buang malu, memberanikan diri posting. Sebenarnya takut juga dengan respons orang-orang. Takutnya dianggap saya mengemis uang," kata Marselinda kepada detikcom, Minggu (29/5).

Dia menyatakan alasan mengunggah curhatannya itu supaya ada perhatian pemerintah daerah. Paling tidak dia berharap ada beasiswa yang bisa diberikan kepadanya. Sebab biaya kuliah di Fakultas Kedokteran sangat besar, sementara kedua orang tuanya dari latar belakang masyarakat ekonomi lemah.

"Sebenarnya tujuan awal di-posting supaya pemerintah dapat melihat, ada perhatian buat saya. Jadi tujuan awal supaya pemerintah daerah bisa lihat, bantu-bantu supaya dapat beasiswa," kata dia.

Marselinda mengaku punya impian besar untuk menjadi mahasiswa kedokteran. Pasalnya dokter bagi dia merupakan profesi yang sangat menjanjikan. Apalagi dia mengaku menjadi tulang punggung keluarga.

"Kemauan kuliah besar sekali, soalnya kan saya tulang punggung keluarga. Nanti membiayai keluarga, dan adik saja," imbuhnya.

Dia mengaku sempat menyerah, tapi karena ayahnya memberi semangat sehingga ia kemudian terus berusaha dan berdoa. Supaya impiannya menjadi mahasiswa kedokteran bisa terwujud.

"Ada sempat menyerah tapi karena dari awal papa bilang jangan pantang menyerah. Tapi sebagai anak merasa membebani kedua orang tua," ujarnya.

Marselinda selama duduk di bangku SMA pernah mewakili sekolah untuk ikut lomba olimpiade hingga ke tingkat provinsi. Setelah itu dia pun pernah mendapatkan juara 3 di Universitas Negeri Manado dan beberapa lomba lainnya dengan membawa medali perak.

"Pertama Marselinda ikut lomba biografi sampai tingkat provinsi. Terus ada yang juara 3 di Unima tahun ini. Terus ada bidang biografi beberapa kali di beberapa ajang, dengan beberapa lomba. Terus ada medali perak tahun lalu, saya sudah lupa lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Viral Aksi Wisudawan Unsrat Manado Ungkap Banyak Pungli di Kampus"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)