Dinkes Sulsel Usul Semua Sekolah Kabupaten/Kota Wajibkan Calon Siswa Vaksin

Darmawanti Adellia Adipradana - detikSulsel
Sabtu, 21 Mei 2022 15:48 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Makassar -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel berencana meminta semua dinkes kabupaten/kota mengusulkan regulasi wajib vaksin pada penerimaan siswa baru SD dan SMP di kabupaten/kota. Tidak hanya pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK.

"Kita ada rencana penerimaan SD dan SMP juga wajib vaksin. Daerah-daerah juga diminta untuk anak sekolah usia 6 tahun ke atas untuk vaksin COVID," ungkap Plt Kepala Dinkes Sulsel dr Bachtiar Baso kepada detikSulsel, Sabtu (21/5/2022).

Bachtiar menuturkan upaya ini dilakukan untuk menggenjot cakupan vaksinasi. Pihaknya menargetkan capaian dosis 1 bisa 95%, dosis 2 mencapai 90%.


"Kita harus buat langkah-langkahnya dan sistemnya untuk mengejar target ini," bebernya.

Regulasi wajib vaksin untuk calon siswa ini rencana diterapkan untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sulsel SMA/SMK. Bahkan penerapannya juga memantau status vaksinasi keluarga calon siswa.

"Vaksinasi jadi syarat untuk PPDB SMA/SMK. Namun kita ingin ini tidak hanya SMA/SMK saja sehingga akan mengusulkan di semua sekolah (SD dan SMP juga) tukasnya.

Untuk diketahui, Disdik Sulsel mewajibkan calon siswa SMA/SMK menjalani vaksin tahap 2 dan keluarganya sebagai syarat ikut daftar penerimaan peserta didik baru (PPDB). Persyaratan tambahan ini untuk menggenjot cakupan vaksinasi di Sulsel.

"Iya (diwajibkan), pendaftar (PPDB) wajib sudah vaksin 2. Keluarga itu kita identifikasi mana yang belum vaksin 1, 2 dan booster. Terus disarankan supaya peserta didik itu juga melakukan edukasi kepada keluarganya jadi mereka juga penuhi kewajiban vaksin," ungkap Kepala Disdik Sulsel Setiawan Aswad kepada detikSulsel, Sabtu (21/5).

Setiawan menambahkan, untuk mengecek status vaksinasi pendaftar dan keluarganya akan diverifikasi saat registrasi awal. Peserta diwajibkan mengunggah kartu keluarga. Pihaknya akan mengecek satu persatu status vaksinasi anggota keluarga sesuai kartu keluarga yang diunggah.

"PPDB kan ada namanya registrasi awal. Di sini, kami mencoba mengumpulkan data calon peserta didik yang bersangkutan apakah sudah divaksin atau belum termasuk keluarganya. Karena kita harap ketika misalnya dia (peserta PPDB) masuk (lulus PPDB) dan belum divaksin maka kita bisa lakukan program percepatan vaksin," jelasnya.



Simak Video "4 PSK Diamankan Saat Razia Hotel-Kos di Sulsel"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)