Babak Belur Dukun Jeneponto Dikeroyok Gegara Tudingan Bikin Pasien Meninggal

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 18 Mei 2022 07:30 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Jeneponto -

Ente (45), seorang dukun wanita asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) babak belur usai diamuk massa. Ente dituduh menjadi penyebab pasangan suami istri (pasutri) yang sebelumnya berobat kepada sang dukun meninggal.

Amukan massa tersebut dialami Ente di kediamannya di Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto pada Senin (16/5) sekitar pukul 07.00 Wita. Beruntung polisi segera datang dan mengevakuasi sang dukun.

"Massa menganggap bahwa almarhum (pasutri) meninggal karena dikasi air oleh dukun itu," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto Iptu Nasaruddin kepada detikSulsel, Selasa (17/5/2022).


Awalnya, seorang pria bernama Samani dan istrinya Bulaeng mendatangi kediaman sang dukun untuk berobat pada Sabtu (14/5). Akan tetapi, Samani yang saat itu baru memasuki halaman rumah dukun tiba-tiba muntah darah.

"Muntah darah yang pada akhirnya meninggal dunia di situ di halaman rumah," beber Nasaruddin.

Kemudian pada Senin (16/5) sekitar pukul 06.00 Wita, istri Samani juga meninggal dunia di rumahnya. Anaknya lantas tiba-tiba jatuh pingsan.

"Kemudian hari Senin 16 Mei 2022 jam 6 istrinya juga meninggal. Kemudian ada anak perempuannya mungkin syok jatuh pingsan," terang Nasaruddin.

Deretan peristiwa itu lalu dihubung-hubungkan pihak keluarga dengan dukun Ente. Pihak keluarga pasutri kemudian menggeruduk kediaman dukun Ente bersama ratusan orang lainnya.

"Di sanalah berkembang isu bahwa penyebabnya adalah karena dukun itu. Akhirnya keluar mereka secara spontan berkumpul ratusan orang mendatangi rumah dukun," kata Nasaruddin.

Massa yang datang ke kediaman sang dukun lantas melakukan pengrusakan dan penganiayaan. Namun tak lama berselang amukan massa itu dilerai polisi.

"Di sana dilakukan perusakan dan penganiayaan, untung kami dari pihak Polres Jeneponto cepat ke TKP menghalau mereka yang ratusan orang itu dengan perlengkapan senjata tajam sehingga tidak terlalu parah yang terjadi di situ," beber Nasaruddin.

Dukun Ente saat itu dapat dievakuasi oleh polisi dari amukan massa. Namun sang dukun harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita sejumlah luka.



Simak Video "3 Warga Jadi Korban Penganiayaan Preman Lokalisasi di Matraman Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)