Pemkab Pinrang Ngaku Tak Ada Temuan Petani Dipaksa Beli Pupuk Non Subsidi

Muchlis Abduh - detikSulsel
Minggu, 15 Mei 2022 23:10 WIB
Ilustrasi Pupuk Subsidi
Ilustrasi pupuk Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Pinrang -

Keluhan petani di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tentang pemaksaan pembelian pupuk non subsidi ditindaklanjuti dinas terkait. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke pengecer petugas mengaku tak menemukan pengecer nakal seperti dikeluhkan pedagang.

"Tadi saya pantau ke sana. Sidak. Tapi tidak ada yang seperti disampaikan petani (pupuk subsidi dipaketkan non subsidi)," ungkap Pengawas Pupuk Subsidi dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pinrang Mawardi kepada detikSulsel, Minggu (15/4/2022).

Mawardi mengungkapkan, ia juga sempat menanyakan ke sejumlah ketua kelompok tani terkait adanya keluhan pupuk subsidi yang dipaketkan dengan non subsidi. Hasilnya ia tidak menemukan adanya keluhan.


"Ada kelompok tani juga saya tanya, tadi dia bilang tidak ada pemaksaan pembelian pupuk non subsidi," jelasnya.

Ia mengaku melakukan pengecekan ke pengecer di beberapa kecamatan. Tujuannya juga untuk mengecek ada tidaknya pengecer yang nakal.

"Hasilnya juga tidak ada (pengecer menjual sesuai aturan)," jelasnya.

Namun Mawardi mengakui, tahun 2021 sebenarnya pihaknya juga pernah mendapatkan adanya laporan pupuk subsidi yang dipaketkan. Lokasinya di Desa Mallongi-longi, Kecamatan Lanrisang.

Saat kejadian, pihak pengecer diberikan teguran dan pengecer tidak lagi memaksakan menjual pupuk subsidi berpaket dengan non subsidi.

"Itu sudah aman mi setelah kita tegur. Sudah tidak ada yang begitu," tegasnya.

Dia juga mengatakan ada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di tingkat kabupaten. Komisi ini di dalamnya ada kepolisian dan kejaksaan yang ikut terlibat.

"KP3 ini yang menindak sebab ada kepolisian juga di dalam," tegasnya.

Pengecer Bantah Paksa Jual Pupuk Non Subsidi

Pengecer pupuk di Kelurahan Laleng Bata, Rosita juga mengelak pihaknya menjual pupuk subsidi sepaket dengan pupuk non subsidi. Dia mengaku sangat paham tentang aturan penyaluran pupuk subsidi khususnya di tahun 2022, bahwa adanya pelarangan dari produsen maupun pemerintah untuk penjualan pupuk subsidi yang dipaketkan dengan pupuk non subsidi.

"Saya tahu aturan. Saya tidak pernah mempaketkan pupuk subsidi dan non subsidi," tegasnya.

Namun ia mengaku memang menjual pupuk non subsidi sebagai stok. Jika petani mau membeli karena merasa pupuk subsidi yang menjadi jatah kurang.

"Kalau petani kurang pupuk subsidinya dan mau non subsidi tentu saya jual. Tapi bukan memaksa," imbuhnya.

Adapun pembelian pupuk subsidi bisa menitipkan kartu tani ke orang yang dipercaya. Namun prosesnya ketat karena ia akan menanyakan ke ketua kelompok tani terlebih dahulu.

"Bisa diwakili kartu tani. Misalnya bapak atau keluarganya sakit, ada orang dipercaya ambil maka itu boleh. Tapi saya cocokkan dulu datanya dan tanyakan ke kelompok tani atau PPL," bebernya.

Sebelumnya petani di Kelurahan Laleng Bata, Kecamatan Paleteang mengaku gusar dan mengeluhkan ulah oknum pedagang pupuk di tingkat ecer. Petani dipaksa membeli pupuk non subsidi sebagai syarat untuk bisa membeli pupuk bersubsidi.

FA menyatakan, setiap kali hendak membeli pupuk subsidi, maka petani mendatangi pengecer di desa atau kelurahan masing-masing. Saat hendak membeli pupuk subsidi inilah, pengecer memaksa petani untuk membeli pupuk non subsidi.

"Dipaksa kami beli pupuk non subsidi. Padahal kan kami hanya mau beli yang subsidi. Tapi karena terpaksa ya mau tidak mau kita beli pupuk non subsidi milik pengecer itu," keluhnya.



Simak Video "Puluhan Petani Sawit di Riau Diserang OTK Pakai Pedang Katana"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/asm)