Protes Jalan Nasional Rusak ke Pemprov Sulsel, Warga Lutim: Tujuannya Kritik!

Arzad - detikSulsel
Kamis, 05 Mei 2022 13:29 WIB
Warga Burau saat memasang spanduk protes Jalan Trans Sulawesi di wilayah mereka rusak (Dok. Istimewa)
Foto: Warga Burau saat memasang spanduk protes Jalan Trans Sulawesi di wilayah mereka rusak. (Dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Perwakilan warga Luwu Timur (Lutim) yang salah mengirim protes jalanan nasional rusak ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) buka suara. Protes bernada satire 'jalanan ini sedang diperbaiki tapi bohong' itu ditujukan ke Pemprov Sulsel sebagai bentuk kritik ke pemerintah.

"Tidak perlu kita mengajak berdebat itu masyarakat. Pemerintah yang lebih tahu," ungkap tokoh pemuda Luwu Timur Huzain kepada detikSulsel, Kamis (5/5/2022).

Menurut Huzain, harusnya Pemprov Sulsel selaku perwakilan Pemerintah Pusat langsung meneruskan keluhan warga, bukan sibuk menjawab protes warga yang dinilai salah alamat.


Huzain menambahkan, masyarakat banyak yang awam soal pembagian kewenangan jalan, mulai dari kewenangan Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab, hingga desa. Kritik masyarakat tujuannya hanya ingin kondisi jalan yang rusak tersebut segera ditindaklanjuti atau ditangani.

"Salah alamat atau tidak, tidak ada urusan itu. Mereka hanya melayangkan kritik dan apa yang mereka kritik harus selesai (jalan rusak ditangani)," jelasnya.

Huzain menuturkan jalan ini mendesak untuk segera ditangani karena fasilitas umum. Bukan cuma warga Burau namun siapapun pengguna jalan termasuk pemerintah yang kerap melintas akan merasakan dampaknya bila jalan tersebut ditangani.

"Jalan di Bone Pute-Burau memang itu belum pernah ada pengaspalan lagi. Selama ini ditempel-tempel terus-ji," tegasnya.

Warga Protes Kerusakan Jalan-Sindir Pakai Spanduk

Warga Lutim sebelumnya menyindir Pemprov Sulsel dengan memasang spanduk bertuliskan 'Jalan Ini Sedang Diperbaiki Tapi Bohong'. Spanduk itu sebagai aksi protes warga yang geram karena jalanan Trans Sulawesi berlubang, tetapi tak kunjung diperbaiki.

"Jalan ini sedang diperbaiki tapi bohong," tulis kalimat dalam spanduk protes warga seperti dilihat detikSulsel, Sabtu (30/4).

"Maaf perjalanan anda terganggu, jalanan ini banyak menelan korban karena tidak pernah diperhatikan #BinamargaPUprovinsisulsel," demikian tertulis di spanduk lainnya.

"Lama mi itu jalan tidak pernah diperbaiki, kalau itu dari Bone Pute sampai Lewonu banyak mi korbannya ada yang sampai meninggal dunia," ucap Huzain, warga sekitar saat dikonfirmasi.

Warga Burau saat memasang spanduk protes Jalan Trans Sulawesi di wilayah mereka rusak (Dok. Istimewa)Foto: Warga Burau saat memasang spanduk protes Jalan Trans Sulawesi di wilayah mereka rusak (Dok. Istimewa)

Pemprov Sulsel Ungkap Jalan Burau Bukan Kewenangan Provinsi

Pemprov Sulsel menanggapi protes yang disampaikan warga Lutim. Kriitk ini dinilai salah alamat karena jalan rusak yang dipersoalkan warga merupakan jalan nasional.

"Batas Luwu Utara-Wotu itu merupakan jalan nasional. Kondisinya memang rusak," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Astina dalam keterangannya, Minggu (1/5).

Sehingga kerusakan jalan tersebut bukan menjadi tanggung jawab provinsi. Kerusakan jalan tersebut menjadi kewenangan pusat karena merupakan jalan nasinal. Namun pihaknya sudah membantu mengusulkan penanganan jalan tersebut.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah mengusulkan ruas jalan ini ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR untuk ditangani tahun 2023," tandasnya.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya buka suara soal protes warga Luwu Timur (Lutim) terkait Jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Burau yang mengalami rusak parah. Jawaban BBPJN Sulsel ini baru muncul setelah protes bernada sindiran 'jalan ini sedang diperbaiki tapi bohong' ditujukan warga ke Pemprov Sulsel.

"Saya koordinasi dengan bidang teknis, ada bidang perencanaan atau bidang preservasi jalan (terkait dengan keluhan kerusakan jalan di Burau)" ungkap Kabag TU BBPJN Sulsel Slamet kepada detikSulsel, Rabu (4/5).

Dia mengungkapkan sebelumnya terkait kerusakan jalan di Burau sudah pernah disampaikan secara resmi perwakilan DPRD setempat kepada Balai Jalan. Saat itu ada kunjungan kerja dari Komisi 3 DPRD setempat ke Balai Jalan saat bulan puasa kemarin.

"Iya, pertemuan saat itu membahas soal penanganan jalan di Burau," tukas Slamet.



Simak Video "Penampakan Jalan Rusak di Pati yang Ditanami Pohon-Jadi Pemancingan"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)