Danny Pomanto Tak Terima Pusat Tetapkan PPKM Makassar Naik ke Level 3

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 28 Apr 2022 08:00 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Foto: Wali Kota Makassar Danny Pomanto. (Ibnu Munsir/detikSulsel)
Makassar -

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto tidak terima Pemerintah Pusat menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Makassar naik status ke level 3. Danny mengklaim pertumbuhan kasus COVID-19 melandai.

"Tidak (wajar) lah. Dua hari kemarin kan (angka kasus COVID di Makassar) nol-nol terus," tutur Danny saat dihubungi detikSulsel, Rabu (27/4/2022).

Status PPKM Level 3 di Kota Makassar ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendari) Nomor 23 Tahun 2022. Kebijakan ini berlaku sejak 26 April hingga 9 Mei 2022. Di mana pada dua pekan sebelumnya, masih pada status PPKM level 2.


"Itu saya heran juga. Kenapa naik (PPKM Makassar level 3) tidak tahu," sebut dia.

Padahal selain pertumbuhan kasus COVID yang semakin melandai, Danny turut mengklaim bed occupancy rate (BOR) saat ini rendah. Dengan tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di rumah sakit Makassar yang minim.

"Kita punya BOR sisa 9 orang di rumah sakit sekarang," tutur dia.

Danny juga membantah melandainya pertumbuhan kasus COVID-19 di Makassar karena tracing (pelacakan) dan testing (pemeriksaan) yang menurun. Upaya tersebut sudah dimaksimalkan yang mana tracing dan testing disesuaikan dengan tingkat kasus terkonfirmasi positif.

"Bagaimana mau di-tracing kalau nol (angka kasus harian COVID). Tracing itu kan tergantung terkonfirmasi yang dikejar," ujar Danny.

Namun vaksinasi lansia yang turut jadi acuan penentu PPKM dikatakan memang belum sesuai ketentuan pusat mengingat realisasi vaksinasi dosis 1 masih di bawah 60%. Sementara dari data Dinas Kesehatan Makassar hingga 26 April 2022, realisasi dosis 1 baru 50,74% dari sasaran 101.284 lansia yang bakal divaksin di Makassar.

"Karena lansia kan sudah laporan ke Kemenkes bahwa kayaknya 50% itu sudah susah kita capai di atasnya karena sudah beresiko. (Sisa) 50% (lansia yang belum divaksin) itu punya komorbid di Kota Makassar," pungkas Danny.

Ajukan Protes ke Pusat Gegara Perbedaan Persepsi

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pun mengajukan protes ke pusat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin menyebut ada perbedaan data dan persepsi sekaitan penetapan status PPKM tersebut yang perlu diluruskan.

"Saya telepon Kemenkes, ternyata tetap level dua. Tapi Kemenkes tidak juga tidak bisa melakukan apa-apa karena statement (Inmendagri) itu berlaku nasional, makanya kami diminta untuk klarifikasi langsung ke pemerintah pusat," ungkap Nursaidah, Selasa malam (26/4).

Dia mengemukakan pertumbuhan kasus COVID di Makassar kini rerata 20 kasus sepekan. Walaupun vaksinasi lansia dosis masih di bawah 60%, hal ini dianggap harusnya tidak menjadikan status PPKM Makassar naik level 3.

"Karena kita belum mencapai lansia 60% maka harusnya masih (PPKM) level 2. Apalagi secara kasus dalam seminggu sudah kurang dari 20. Jadi dimana alasan melevel-tigakan kita," tutur dia.

Upaya Tracing dan Testing di Makassar Dinilai Berkurang

Kepala Kesbangpol Makassar Zainal Ibrahim pun diutus ke pusat mempertanyakan status PPKM Makassar yang naik level 3 ke pemerintah pusat. Zainal dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan menemui Dirjen Bina Administrasi Wilayah (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA di Jakarta.

"Mereka kasih arahan, memang kita masih ada kekurangan di tracing dan testing. Itu yang menurut mereka perlu kita genjot. Mungkin karena kita merasa ini (kasus) COVID-nya 0, akhirnya kita mengurangi tracing dan testing," ungkap Zainal, Rabu (27/4).

Dia mengaku ada standar tracing dan testing yang mesti dipenuhi. Dalam Inmendagri Nomor 23 Tahun 2022 ditentukan testing Kota Makassar harus tercapai 225 orang tes per hari, selain tracing harus mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi.

"Penekanannya itu tetap ditingkatkan tracing dan testing dan dimasukkan di dalam sistem yang dilaporkan ke departemen kesehatan, yang kemudian jadi bahan evaluasi dari tim pusat nanti untuk kemudian bisa menurunkan level kembali dari (PPKM level) 3 (turun status) ke 2," tandas dia.

Kemendagri Sebut Terkendala Capaian Vaksinasi Lansia

Kemendagri pun menjawab protes Pemkot Makassar terkait PPKM yang naik jadi level 3. Kenaikan level PPKM Makassar disebut sudah sesuai dengan data, hanya saja Makassar terkendala pada capaian vaksinasi lansia dosis 1 yang masih di bawah 60%.

"Indikator vaksin menunjukkan capaian total vaksinasi lanjut usia dosis 1, Kota Makassar masih di angka 43,09% sehingga kurang dari 60%. Makanya PPKM Makassar naik ke level 3," ungkap Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA kepada detikSulsel, Rabu (27/4).

Namun penetapan status PPKM sudah dipertimbangkan berdasarkan data yang perubahan kebijakannya tidak bisa diubah. Makassar pun diminta berbenah agar ke depan status PPKM bisa mengalami perbaikan.

"Kalau ada kesalahan akan kita evaluasi. Tetapi ini (penetapan PPKM level 3 Makassar) sudah sesuai dengan data," tegasnya.



Simak Video "Simak Lagi! Aturan Baru Masuk Mal hingga Bioskop saat PPKM Level 3"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)