Lahan Dikuasai Pemkot, Warga di Makassar Bersujud-Menangis di Hadapan Danny

Ibnu Munsir - detikSulsel
Senin, 25 Apr 2022 16:30 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Foto: Wali Kota Makassar Danny Pomanto. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Seorang warga Kecamatan Makassar, Kota Makassar bernama Norma Serang mengadu bersujud hingga menangis di depan ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. Warga tersebut mengadu meminta hak atas lahannya yang masih dikuasai dan tercatat sebagai Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Aduan itu disampaikan Norma kepada Danny secara langsung saat bertemu di depan pintu utama Balai Kota Makassar, Senin (25/4/2022). Warga tersebut bahkan sampai menangis hingga bersujud di hadapan Wali Kota Makassar.

Danny tampak ingin melarang namun Norma terlanjur bersujud sambil menangis. Sejumlah Satpol PP yang tengah bertugas di depan Balai Kota Makassar juga terlihat ingin menghalau.


"Masalah tanah. Jadi tanahnya bersinggungan dengan aset pemerintah kota," ucap Danny saat diminta keterangannya, Senin (25/4/2022).

Lahan yang diadukan tersebut yakni lahan kantor PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jalan Bawakaraeng. Norma Sewang mengajukan gugatan kepemilikan lahan itu sejak 2015 yang dipakai perusahaan daerah Pemkot Makassar.

Sengketa lahan itu pun dimenangkan Norma selaku penggugat, bahkan hingga ke Mahkamah Agung (MA). Pemkot Makassar dinilai tidak punya cukup bukti kuat atas legalitas kepemilikan lahan yang tercatat sebagai asetnya.

Danny mengaku, warga atas nama Norma pernah menandatangani untuk persoalan yang sama. Namun saat itu tanahnya masih bersengketa di pengadilan sehingga Danny belum bisa bertindak.

"Cuma saya bilang saya tidak bisa putuskan kalau tidak ada keputusan pengadilan setelah ada keputusan pengadilan, dia menang," ucap dia.

Wali Kota Makassar bahkan sempat menelepon Kepala Bagian Hukum Setda Makassar mempertanyakan persoalan sengketa tanah ini. Dari hasil koordinasinya, Bagian Hukum sempat mengaku keberatan mengeluarkan sporadik kepada Norma Serang.

Sporadik yang jadi penegasan aset tersebut sudah sah milik Norma Serang. Namun sporadik ragu diterbitkan karena lahan tersebut masih masuk pencatatan aset Pemkot Makassar.

"Nah dia (Norma) menang, teman-teman (di Pemkot) inikan namanya juga mereka takut, ini masih tergolong aset, walaupun sudah haknya orang. Kalau haknya orang tidak bisa dong ditahan sporadiknya," tutur Danny.

Makanya Norma Serang datang meminta haknya atas tanah itu. Danny pun berjanji akan segera memproses ini ke Bagian Hukum Setda Kota Makassar, hingga ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Makassar.

"Sudah diputuskan dalam rapat bahwa mau dibeli (lahannya), dia juga mau dibeli, tinggal harga. Jadi sebenarnya tidak ada masalah. Cuma jangan masyarakat dipingpong," jelas Danny.

Sementara Kepala Dinas Pertanahan kota Makassar Akhmad Namsum menjelaskan, sengketa lahan ini sudah lama. Norma Serang bahkan sudah memenangkan gugatan atas lahan yang kini masih dikuasai Pemkot.

"Luas tanahnya kurang lebih 300 meter persegi di Jalan Bawakareng di eks kantor BPR. Cuma itu yang menjadi sengketa menurut pihak yang menang di situ, dia punya cuma dipinjamkan ke Pemkot," urai dia.

Tetapi aset tersebut masih tercatat sebagai aset Pemkot. Padahal Norma Sewang punya hak setelah memenangkan gugatan kepemilikan atas lahan tersebut hingga di Mahkamah Agung (MA).

"Kalau menurut saya ketika menang di MA dan tidak ada novum (bukti baru) yang ditemukan bagian hukum sebagai tindak lanjut peninjauan kembali, maka aset kita itu harus keluar dari pencatatan untuk diserahkan kepada yang berhak sesuai putusan Mahkamah Agung," tandas Akhmad.



Simak Video "Jokowi: Sengketa Lahan Bahaya Banget, Orang Bisa Bunuh-bunuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)