Sulawesi Barat

Ngabuburit ala Bocah Polman, Bermain Meriam Bambu di Tengah Kuburan

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 25 Apr 2022 03:02 WIB
Ngabuburit ala Bocah Polman, Bermain Meriam Bambu di Tengah Kuburan
Sejumlah bocah di Polewali Mandar sedang bermain meriam bambu di tengah kuburan. Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Beragam cara unik dilakukan anak-anak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), untuk menunggu waktu berbuka puasa alias ngabuburit. Salah satunya dengan bermain meriam bambu di tengah kuburan.

Seperti dilihat detikcom di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo pada Minggu sore (24/4/2022). Sejumlah anak sekolah dasar tampak asyik bermain meriam bambu yang diletakkan di atas kuburan.

Suara letupan keras dari batang bambu seolah memantik semangat mereka untuk terus bermain sembari menunggu azan Magrib sebagai tanda berbuka puasa. Silih berganti, mereka memainkan meriam bambu berukuran satu meter itu.


Ngabuburit ala Bocah Polman, Bermain Meriam Bambu di Tengah KuburanSejumlah bocah memainkan meriam bambu untuk mengisi waktu sebelum berbuka puasa di tengah kuburan di Polewali Mandar, Sulbar. Foto: (Abdy Febriady/detikcom)

Meriam bambu dimainkan dengan cara memasukkan sedikit minyak tanah pada salah satu ujung meriam bambu yang telah diberi lobang. Kemudian disulut menggunakan api kecil.

Anak-anak di desa ini pun mengaku senang bermain meriam bambu. Cara ini mereka lakukan agar dapat melupakan rasa lapar dan haus selama berpuasa.

"Mainnya setiap hari, pagi dan sore sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa," kata salah satu anak pemain meriam bambu kepada wartawan, Minggu (24/4).

Kendati kerap dimarahi warga, Wahyu mengaku terpaksa bermain meriam bambu di tengah kuburan lantaran di sekitar tempat tinggalnya tidak ada lahan bermain. Bersama anak lainnya, Wahyu mengaku sudah terbiasa bermain di tengah kuburan.

"Biasa dimarahi sama warga di sana, kalau sudah itu kita pulang. Main di kuburan karena tidak ada tempat lagi,"ungkap Wahyu sambil tertawa.

Selain bermain meriam bambu, di area pekuburan ini mereka juga bermain meriam kaleng. Meriam dibuat dari beberapa kaleng bekas yang direkatkan menggunakan lem maupun isolasi.

Agar menghasilkan suara letusan, salah satu ujung kaleng disemprot menggunakan spiritus kemudian diberi pemantik korek api. Suara meriam bambu dan meriam kaleng yang terdengar bersahutan, seolah membuat mereka sedang berada di medan perang.

Permainan meriam bambu ini merupakan warisan leluhur yang masih bertahan di tengah gempuran permainan modern. Meski tampak sederhana, diperlukan pendampingan orang dewasa saat memainkan permainan ini, demi menghindari risiko kecelakaan.



Simak Video "Kronologi Pengendara Motor di Polman Tewas Terlindas Truk"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)