Tidak Lulus Seleksi, Calon Paskibraka Manado Bakal Gugat Timsel ke Pengadilan

Trisno Mais - detikSulsel
Rabu, 20 Apr 2022 03:01 WIB
Upacara bendera di Kota Manado (Trisno Mais)
Foto: Upacara bendera di Kota Manado (Trisno Mais)
Manado -

Seorang siswa SMAN 7 Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Martin Ganisius menyatakan keberatan usai dinyatakan tidak lulus seleksi calon anggota Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2022. Martin bakal menggugat tim seleksi (timsel) ke Pengadilan Negeri (PN) Manado.

"Saya sebenarnya nggak masalahkan hasilnya, tapi anak selalu bilang, teman bilang ada teman satu sekolah lulus tapi tidak ikut seleksi di sekolah," kata ibu Martin, Nova Wowor (42) kepada wartawan Selasa (19/4/2022).

Nova mengaku bakal meminta bantuan hukum ke Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Neomesis Manado. Nova menegaskan anaknya dirugikan dengan keputusan timsel tersebut karena ada peserta lulus tapi tak ikut seleksi.


"Untuk sementara ini akan konsultasi dengan pihak-pihak terkait, atau dengan LBH. Pendampingan hukum ketidakadilan menurut saya," kata Nova.

Nova mengatakan, timsel Pemkot Manado awalnya mengumumkan 20 paskibraka yang lulus seleksi dan nama anaknya tidak termasuk di dalamnya. Belakangan terungkap salah seorang dari 20 paskibraka tersebut tidak pernah mengikuti seleksi.

"Bukti, ada surat tugas yang awalnya pertama 20 orang yang ada ikut dari sekolah. Nama anak yang tidak ikut itu namanya tidak ada di situ," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua LKBH Neomesis Manado Stenly Lontoh mengaku siap melakukan pendampingan hukum. Hanya saja hingga kini pihaknya belum melakukan tanda tangan kuasa.

"Kayaknya mau gugat, konsultasi ke LKBH. Kami kapan saja kami siap, ketika masyarakat merasa hak diabaikan LKBH siap," tutur dia.

Stenly mengungkap sejauh ini keluarga telah beberapa kali berkonsultasi dengan pihaknya terkait kasus tersebut namun belum ada surat kuasa yang ditandatangani. Menurut dia, gugatan tersebut bakal dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Manado jika sudah ada surat kuasa.

"Karena proses ini mengeluarkan materi, jadi ke pengadilan negeri. Kurang lebih dua kali dihubungi, tapi secara formil penandatanganan kuasa belum dilakukan. Berarti kan belum ada kontrak apapun dengan ibu Wowor," katanya.

Penjelasan Pihak Sekolah

Dikonfirmasi terpisah, Kepsek SMAN 7 Manado Marlina Katihokang menjelaskan, jumlah calon Paskibraka yang dikirim ke tim seleksi Paskibraka Kota Manado sebenarnya 22 orang. Menurut dia, semua calon paskibraka itu telah mengikuti seluruh tahapan seleksi selama di sekolah.

"Dorang (calon paskibraka) bukan nggak (tak) diseleksi dan juga seleksi bukan sekolah tapi purna paskibraka," kata dia.

Dia tak menampik jumlah peserta awalnya memang 20 orang, hanya saja ada permintaan penambahan sehingga pihaknya kembali membuat surat tugas terbaru dengan perubahan jumlah utusan sekolah karena ada tambahan 2 orang calon paskibraka.

"Tetap ada penambahan dua, bukan satu. Jadi habis seleksi sekolah kemudian mengirim nama-nama 22 calon paskibraka rekomendasi sekolah. Kelulusan bukan torang (kami), tapi Dinas Pemuda dan Olahraga," ungkap dia.

Marlina mengaku tak keberatan dengan upaya pihak orang tua yang bakal menempuh jalur hukum, karena itu menjadi hak mereka.

"Nggak apa-apa, dorang pe hak (itu hak mereka). Kalau dibilang nggak (ikut seleksi itu ada. Torang (kami) pe bukti seleksi dari purna paskibraka yang beri nilai. Kalau dorang (mereka) mau gugat itu dorang punya hak," imbuhnya.

Dia membantah terkait tudingan yang beredar bahwa dari 22 calon paskibraka yang diseleksi di sekolah ada yang tidak ikut tahapan seleksi. Dia menyatakan ada sejumlah fakta yang membuktikan jika semua calon ikut tahapan seleksi di sekolah.

"Kalau nggak seleksi tidak bisa, yang seleksi juga purna paskibraka. Saat itu sudah semua ikut seleksi," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Timsel Calon Paskibraka Manado 2022 Sterry F Andih yang ditemui detikcom hari ini enggan berkomentar



Simak Video "Siswa di Manado Ditampar Guru, Ortu Laporkan ke Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/tau)