Vaksinasi Lansia Diusul Tak Jadi Indikator PPKM, Dinkes Sulsel Sebut Berisiko

Taufik Hasyim - detikSulsel
Kamis, 14 Apr 2022 09:38 WIB
vaksinasi lansia di banyuwangi
Ilustrasi vaksinasi lansia (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto akan melobi pemerintah pusat agar tidak memasukkan capaian vaksinasi lansia menjadi indikator penentuan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel punya pandangan berbeda atas usul Danny ini.

"Memang ini (vaksinasi lansia) adalah standar nasional, imbauan nasional. Posisi lansia harus menjadi prioritas utama karena lebih berisiko meningkatkan angka kematian karena terpapar COVID-19 dibanding kelompok usia lain," ungkap Plt Kadis Kesehatan Sulsel Bachtiar Baso kepada detikSulsel, Kamis (14/4/2022).

Sehingga bila vaksinasi lansia tidak menjadi prioritas, ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Bachtiar menyebut mengejar level PPKM terbaik memang bisa saja jadi target namun harus disadari juga jangan sampai kasus COVID seperti gunung es. Terlihat sedikit di permukaan namun di bawahnya banyak masalah karena lansia tidak jadi prioritas.


"Tapi saya yakin Makassar bisa mencapai target 60% (vaksinasi lansia) di bawah kepemimpinan pak Danny. Saya sahabatnya pak Danny, tahu persis kemampuan beliau," jelasnya.

Bachtiar menuturkan saat Danny menjabat di periode pertama Wali Kota Makassar, Danny bisa mencapai 80% vaksinasi campak dan rubela yang digalakkan saat itu. Capaian vaksinasi di Makassar yang cukup tinggi itu akhirnya yang membantu capaian target vaksinasi Sulsel secara umum saat itu.

"Saya juga masih Plt Kadis saat itu. Menkesnya saat itu Prof Nila Moeloek. Saat itu banyak yang menolak divaksin karena isunya disebut mengandung bahan yang haram atau tidak halal, tetapi pak Danny mampu saat itu dengan kendala isu yang besar namun mampu mencapai cakupan vaksinasi tinggi," terangnya.

Tentu dengan pengalaman Danny, pihaknya yakin Makassar bisa mencapai target 60% vaksinasi lansia. Meskipun harus diakui, vaksinasi lansia ini memang tantangannya cukup besar. Ada banyak kendala namun memang butuh inovasi dan kerja keras.

"Saya perlu menyemangati kembali pak Wali Kota Makassar. Agar jangan kendor," jelasnya.

Meskipun ada permintaan Danny agar vaksinasi lansia tak masuk indikator PPKM, pihaknya berharap Danny bisa tetap mendorong dan memberi ruang kepada Dinkes Makassar untuk menggenjot capaian vaksinasi lansia. Namun dia mengaku sangat memahami dan menghargai kerja keras Wali Kota Makassar. Capaian di Makassar memang cukup baik dari segi penanganan dan vaksinasi COVID-19 kecuali cakupan vaksinasi lansia yang memang masih rendah.

"Sehingga wajar pak Danny mengusulkan begitu. Dinkes Sulsel akan membackup Dinkes Makassar soal vaksinasi lansia. Mari kita berinovasi. Saya akan berkolaborasi dengan Kadis Kesehatan Makassar. Saya akan komunikasi sebentar," tukasnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto keberatan vaksinasi lansia jadi indikator pemerintah pusat menentukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dia lantas meminta pusat mengubah ketentuan itu di tengah kesulitannya memacu realisasi vaksinasi kelompok rentan itu.

"Kita lobi pemerintah pusat agar itu (capaian vaksinasi lansia) jangan dipertimbangkan (jadi penentu status PPKM)," beber dia saat ditemui, Selasa malam (12/4).

Menurutnya Kota Makassar saat ini sudah seharusnya berada di PPKM level 1, namun pemerintah pusat menetapkan di PPKM level 2. Penetapan status PPKM level 2 Kota Makassar tertuang dalam instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 21 Tahun 2022.

"Kita (PPKM) Level 2, harusnya level 1," keluh Danny.

Dia menyebutkan, Makassar berada di PPKM level 2 lantaran karena belum memenuhi ketentuan capaian vaksinasi lansia yang dipersyaratkan. Realisasinya masih rendah dari ketentuan pusat harus minimal 60% vaksinasi dosis 1.

"Cuma karena ada sedikit kriteria yang tidak masuk gara-gara (vaksinasi) lansia kita baru 45%," ungkapnya.



Simak Video "Pestapora Sediakan Spot Disabilitas-Ibu Hamil di Setiap Area Panggung"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)