Sulawesi Tenggara

Terima 2.000 Dosis Sinovac, Vaksinasi Anak di Kendari Bakal Dilanjut Kembali

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Rabu, 30 Mar 2022 23:20 WIB
Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kendari.
Foto: Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kendari. (Nadhir Attamimi/detikcom)
Kendari -

Sejumlah sekolah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyetop layanan vaksinasi anak 6-11 tahun lantaran stok vaksin menipis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari mengaku baru mendapat tambahan 2.000 dosis vaksin Sinovac.

"Hari ini sudah dibantu dari provinsi 2.000 dosis," kata Kepala Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Arpan Tombili kepada detikcom, Rabu (30/3/2022).

Dia mengaku tambahan dosis vaksin ini setelah pihaknya mengajukan permintaan ke provinsi. Pasalnya stok vaksin menipis, sementara animo anak usia 6-11 untuk divaksin cukup tinggi.


"Tersisa 88 dosis (kemarin malam) vaksin anak itu bisa dibilang kosong, karena hari ini sudah digunakan ke SD Muadz bin Jabal (88 dosis)," urai dia.

Makanya stok vaksin Sinovac yang menipis ini diakui membuat pelayanan di sejumlah sekolah terganggu. Layanan dihentikan sampai dosis vaksin tambahan disalurkan.

"Mungkin besok baru bisa dipenuhi, tapi kalau hanya terlambat 2 hari tidak begitu signifikan," ujar dia.

Makanya dia memastikan, sejumlah sekolah yang sempat menyetop layanan vaksinasi akan kembali digelar. Stok vaksin Sinovac akan disebar ke tiap sekolah.

"Besok sudah bisa dibuka kembali posko (vaksinasi) khusus vaksin anak," papar Arpan.

Dia berharap agar distribusi vaksin ke depan bisa dipercepat ketika stok vaksin di daeah mulai menipis. Penyaluran dianggap secara otomatis dilakukan tanpa menunggu permintaan lantaran situasi stok vaksin tercatat di sistem.

"Tapi saya tidak tahu apa di sana (pusat) ada kendala kenapa belum ada alokasi vaksin, yasudah karena sudah mulai kosong makanya kami meminta," terang Arpan.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Kendari Rahminingrum mengungkapkan stok vaksin anak di Kota Kendari sempat kosong. Sehingga penyaluran terganggu yang mengakibatkan pencapaian vaksinasi sangat berpengaruh.

"Masih cukup banyak sekolah SD yang mau divaksin sebelum memasuki bulan Ramadan, tapi sayang tidak ada vaksin," kata Rahmi kepada wartawan, Selasa (29/3).

Diketahui Kendari menargetkan program vaksinasi anak menyasar 37.352 orang. Namun hingga 29 Maret 2022, vaksinasi anak dosis 1 baru mencapai 47,69% atau 17.815 anak. Untuk dosis 2 baru terealisasi 18,14% atau 6.777 anak.



Simak Video "Seputar Vaksin BUMN IndoVac yang Sudah Didaftarkan ke WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)