Tanggul Pembatas Sungai Rongkong di Lutra Jebol, 2 Desa Terisolasi Banjir

Arzad - detikSulsel
Senin, 07 Mar 2022 15:16 WIB
Permukiman warga di Luwu Utara, Sulsel terendam banjir akibat tanggul Sungai Rongkong jebol.
Permukiman warga di Luwu Utara, Sulsel terendam banjir akibat tanggul Sungai Rongkong jebol. Foto: (dok. istimewa)
Luwu Utara -

Tanggul pembatas Sungai Rongkong di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) jebol dan membuat 2 desa di sekitarnya terisolasi akibat banjir. Hingga kini dilaporkan ada sekitar 32 kepala keluarga (KK) yang mengungsi.

"Ada sekitar 32 KK yang mengungsi," ucap Kepala Dusun Wellang Pelang Muhardin saat dikonfirmasi Senin (7/3/2022).

Permukiman warga yang terisolasi dan mengalami banjir cukup parah berada di Dusun Wellang Pelang, Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara. Menurut laporan, air luapan sungai sudah mulai merendam permukiman warga sejak Kamis (3/3) lalu.


Permukiman warga di Luwu Utara, Sulsel terendam banjir akibat tanggul Sungai Rongkong jebol.Kondisi rumah warga di Luwu Utara, Sulsel terendam banjir akibat tanggul Sungai Rongkong jebol. Foto: (dok. istimewa)

Sementara itu 2 desa yang terisolasi akibat tanggul jebol tersebut ialah Desa Limbong Wara dan Desa Pombokka. Namun dampak terparah terjadi di Desa Pombokka.

Permukiman warga di Luwu Utara, Sulsel terendam banjir akibat tanggul Sungai Rongkong jebol.Kondisi permukiman warga di Luwu Utara, Sulsel terendam banjir akibat tanggul Sungai Rongkong jebol. Foto: (dok. istimewa)

Bahkan dilaporkan 2 jembatan penghubung antar dusun terputus akibat disapu banjir. Makanya warga yang ingin bepergian harus menggunakan perahu dan melawan arus sungai Rongkong untuk menyeberang.

"Akses jalan antar desa terputus, bahkan sejumlah jembatan penghubung antar dusun sudah hanyut disapu banjir," kata dia.

Muhardin menambahkan sebagian warga saat ini mengungsi ke rumah keluarga, sahabat, maupun kerabat. Mereka memilih mengungsi karena sudah tidak bisa ke mana-mana akibat permukimannya terendam air.

"Warga saling bahu membahu membantu warga lain yang masih mengungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup," beber Muhardin.

Sementara, Muhardin mengaku warga setempat sudah berupaya membuat tanggul sementara untuk membendung aliran sungai terus masuk ke permukiman warga. Namun upaya itu sejauh ini belum berhasil.

"Upaya sementara kami di sini membuat tanggul dari patok untuk membendung aliran air yang masuk ke permukiman. Tapi sayangnya kadang belum selesai, banjir datang lagi dan akhirnya jebol lagi. Kalau sudah begitu kampung kami terendam lagi," tutur Muhardin.



Simak Video "Aksi Gotong Royong Tambal Tanggul Jebol di Pelabuhan Tanjung Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)