Dua kelompok, PMII dan FSPTI, unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel, menyebabkan kemacetan. Mereka menuntut reformasi dan kesejahteraan tenaga kerja.
Densus 88 mengungkapkan potensi penyebaran ideologi radikal di kalangan pelajar, dengan Jawa Barat menjadi wilayah teratas. Upaya pencegahan dilakukan.