Sejumlah kesaksian pilu fans Arema FC terungkap. Salah seorang di antaranya mengungkap suasana kalut dan horor saat melihat mayat-mayat korban di Kanjuruhan.
Salah satu yang diduga menjadi penyebab banyaknya korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan adalah pintu stadion yang terkunci setelah penembakan gas air mata.
Nugroho Setiawan, satu-satunya orang Indonesia pemilik lisensi FIFA Security Officer ditanya pandangannya soal Tragedi Kanjuruhan. Ada tiga poin penting.
Korban tragedi Kanjuruhan menceritakan detik-detik ketika tribun ditembaki gas air mata, sementara penonton panik tak bisa menghindar karena pintu terkunci.
Sejarah mencatat, 24 Mei 1964 terjadi bencana stadion paling mematikan dalam sejarah sepakbola dunia. Bencana yang menewaskan 328 orang ini masih sarat misteri.