Dekan FISIP Unair Prof Bagong Suyanto mengaku bukan BEM FISIP yang dibekukan. Melainkan kepengurusan yang bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan.
Kelompok Hizbullah mengandalkan alat komunikasi lawas Pager yang dinilai aman dari peretasan. Namun, perangkat penyeranta tersebut meledak secara serentak.