Abu vulkanik menjadi dampak utama pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Beberapa wilayah, penerbangan dan perekonomian menjadi lingkaran besar yang terpengaruh.
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok meningkat setelah gempa di Larantuka. Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk waspada dan menjauhi radius 2 km dari gunung.
Erupsi Gunung Ile Lewotolok di NTT berlanjut, dengan kolom abu setinggi 700 meter. Masyarakat diimbau waspada dan menghindari radius 2-3 km dari gunung.
Sebanyak 18 bencana terjadi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak awal Januari 2026. Termasuk di antaranya erupsi Gunung Ile Lewotolok.