Oknum pembina pramuka di Palembang ditangkap setelah mencabuli delapan siswa. Pelaku merekam aksi untuk mengancam korban. Penyelidikan masih berlanjut.
Gerakan Pramuka memiliki Tri Satya, tiga janji moral yang menjadi pedoman anggota. Janji ini menekankan tanggung jawab kepada Tuhan, negara, dan sesama.
Kode Kehormatan Pramuka, Dwi Satya dan Dwi Darma, membentuk karakter Siaga. Keduanya mengajarkan tanggung jawab, keberanian, dan kebiasaan berbuat baik.
Lambang Gerakan Pramuka, tunas kelapa, melambangkan karakter anggota Pramuka. Enam makna kiasan mencakup ketahanan, cita-cita, dan manfaat bagi masyarakat.