Lambang Pramuka Tunas Kelapa, Apa Makna dan Filosofinya?

Lambang Pramuka Tunas Kelapa, Apa Makna dan Filosofinya?

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 12 Agu 2026 20:30 WIB
Ilustrasi lambang Pramuka.
Ilustrasi lambang Pramuka. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Lambang Gerakan Pramuka berupa tunas kelapa sudah melekat sebagai identitas organisasi. Siluet tunas kelapa dapat dijumpai pada berbagai atribut kepramukaan, termasuk seragam dan perlengkapan kegiatan.

Pemilihan tunas kelapa bukan tanpa alasan. Setiap bagian dari pohon tersebut memiliki kiasan yang menggambarkan karakter seorang anggota Pramuka, mulai dari ketahanan menghadapi tantangan hingga kemampuan menyesuaikan diri dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Lambang Gerakan Pramuka Tunas Kelapa

Tunas kelapa ditetapkan sebagai lambang Gerakan Pramuka melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka. Keputusan tersebut mencabut dan menyempurnakan ketentuan sebelumnya, yakni SK Kwarnas Nomor 15/KN/67 Tahun 1967.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang pada saat itu juga merupakan pegawai Departemen Pertanian. Sunardjo Atmodipuro lahir di Blora pada 29 Februari 1903 dan meninggal dunia pada 31 Mei 1979.

Dalam SK Kwarnas Nomor 06/KN/72 juga dijelaskan enam kiasan yang terkandung dalam lambang tunas kelapa. Keenamnya berkaitan dengan karakter yang perlu dimiliki setiap anggota Pramuka.

ADVERTISEMENT

6 Makna Lambang Pramuka Tunas Kelapa

Kiasan dalam lambang tunas kelapa tidak hanya melihat bentuk pohonnya. Buah, kemampuan pohon kelapa bertahan hidup, tempat tumbuh, arah pertumbuhan, akar, hingga manfaat pohon kelapa semuanya memiliki arti tersendiri. Berikut enam makna lambang Gerakan Pramuka.

1. Tunas Kelapa sebagai Cikal Bakal

Buah kelapa yang sedang tumbuh disebut cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia merujuk pada penduduk asli yang pertama dan menjadi bagian dari lahirnya generasi baru. Kiasan ini menggambarkan bahwa setiap Pramuka merupakan bagian penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

2. Mampu Bertahan dalam Berbagai Keadaan

Buah kelapa dapat bertahan lama dalam berbagai keadaan. Sifat tersebut menjadi kiasan bagi anggota Pramuka agar memiliki kondisi rohani dan jasmani yang sehat, kuat, dan ulet.

Seorang Pramuka juga diharapkan memiliki tekad yang kuat ketika menghadapi tantangan, ujian, maupun kesukaran dalam kehidupan. Keteguhan tersebut berkaitan dengan semangat untuk mengabdi kepada tanah air dan bangsa Indonesia.

3. Mampu Menyesuaikan Diri

Pohon kelapa dapat tumbuh di berbagai tempat. Kemampuan tersebut menjadi kiasan bahwa seorang Pramuka perlu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Artinya, anggota Pramuka diharapkan dapat beradaptasi dengan masyarakat tempat ia berada, termasuk ketika menghadapi kondisi yang berbeda-beda.

4. Memiliki Cita-cita yang Tinggi

Pohon kelapa tumbuh menjulang ke atas dan termasuk pohon yang tinggi. Hal tersebut menjadi kiasan bagi anggota Pramuka agar memiliki cita-cita tinggi dan lurus. Cita-cita tersebut dimaknai sebagai sesuatu yang mulia dan jujur. Seorang Pramuka juga diharapkan tetap teguh dan tidak mudah terpengaruh oleh keadaan.

5. Memiliki Dasar dan Keyakinan yang Kuat

Akar kelapa yang tumbuh kuat dan erat di dalam tanah menjadi kiasan tentang tekad dan keyakinan seorang Pramuka. Anggota Pramuka diharapkan memiliki pegangan pada dasar dan landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata. Hal tersebut menjadi bekal untuk memperkuat diri dalam mencapai cita-cita.

6. Menjadi Manusia yang Berguna

Pohon kelapa dikenal sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan dari ujung hingga akarnya. Sifat serbaguna tersebut menjadi kiasan bahwa setiap Pramuka diharapkan menjadi manusia yang berguna.

Manfaat tersebut tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat dibaktikan bagi kepentingan tanah air, bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta umat manusia.

Filosofi Tunas Kelapa dalam Gerakan Pramuka

Enam kiasan tersebut menggambarkan karakter yang menjadi bagian dari nilai kepramukaan. Seorang Pramuka tidak hanya dituntut untuk kuat menghadapi berbagai keadaan, tetapi juga mampu beradaptasi, memiliki cita-cita, berpegang pada prinsip, dan memberikan manfaat.

Karena itu, tunas kelapa dipilih bukan hanya karena bentuknya mudah dikenali. Setiap bagian dari pohon tersebut memiliki kiasan yang berkaitan dengan sosok anggota Pramuka dan pengabdiannya kepada bangsa serta sesama.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads