Karhutla yang meluas di wilayah Kalimantan berpotensi membuat satwa liar bergerak melintasi batas negara menuju Malaysia. Satwa tak mengenal batas negara.
Jumlah hotspot di Sumsel melonjak menjadi 600 pada 21 Agustus 2026, dengan Ogan Komering Ilir sebagai daerah terbanyak. BPBD terus pantau potensi karhutla.
Polda Riau luncurkan Dashboard Green Policing untuk pemantauan karhutla. Sistem ini mendeteksi titik api dan memetakan pemulihan lingkungan secara real-time.