Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kawasan RT 02 Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan. Dalam upaya pemadaman tersebut, tim gabungan memprioritaskan penyiraman di sekitar area tempat usaha kandang ayam milik warga demi mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar.
Berdasarkan pantauan detikKalimantan di lokasi, kawasan yang terbakar terbagi di dua sisi yang terpisah oleh jalan setapak semen. Sebaran api tampak berada di beberapa titik. Petugas di lokasi harus berupaya ekstra menembus jalur yang tidak bisa dilalui kendaraan untuk memadamkan kobaran api yang cepat menjalar akibat tiupan angin kencang.
Koordinator Lapangan penangan Ka BPBD Kota Tarakan, Abd Razak, menyampaikan bahwa penyelamatan area ekonomi warga menjadi langkah krusial utama sesaat setelah tim tiba di TKP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai di TKP, kita penanganan yang di sekitar tempat usaha kandang ayam warga dulu. Karena ada potensi yang membahayakan dan merugikan pengusaha," ujar Razak saat usai pemadaman api. Jumat (21/8/2026).
Razak menegaskan, pemadaman awal difokuskan untuk mengamankan tempat usaha tersebut sebelum menyisir sebaran titik api lainnya.
"Intinya, jika di situ ada potensi usaha, kita meminimalisir kerugian. Jadi kita tangani dulu kurang lebih 5 menit, setelah kita berhasil padamkan di situ, baru kita geser ke titik yang berbeda," jelasnya.
Kebakaran lahan semak belukar di kawasan RT 02 Pantai Amal, Tarakan Timur, Kalimantan Utara. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan |
Menurut Razak, lokasi yang berada di area perbukitan dan berdekatan dengan pesisir pantai membuat tiupan angin bertiup kencang dan arahnya berubah-ubah. Kondisi alam ini sempat membuat api mengecil lalu membesar kembali secara tiba-tiba.
"Penanganan karhutla malam ini melibatkan sinergi dari BPBD Kota Tarakan, TNI AD Kodim 0907/Tarakan yang menurunkan 1 unit firetruck, 4 personel Pos TNI AL Pantai Amal, jajaran Polsek Tarakan Timur, serta Relawan Korlakar," rincinya.
Sebanyak tiga titik api utama yang ditangani malam ini berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Sekitar pukul 20.36 Wita, situasi di lokasi dipastikan aman dan terkendali.
"Saat ini terpantau sudah bisa ditangani dengan baik dan titik api sudah tidak terlihat lagi. Kami lakukan penyisiran kembali untuk memastikan tidak ada sisa potensi api yang bisa menyala lagi," pungkas Razak.

