Pihak berwenang India menuduh PFI memiliki kaitan dengan sejumlah kelompok teror di dalam negeri maupun luar negeri, tetapi tuduhan itu dibantah tegas.
Peringatan 50 tahun pemberlakuan darurat militer oleh eks-diktator Filipina, Ferdinand Marcos, dibayangi upaya Marcos Jr menghapus sejarah kekejaman sang ayah.
Tempat tinggal FSI berupa kos-kosan di Jalan Satelit Nomor 40, Dusun Bumi Asri, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar juga digeledah oleh aparat kepolisian.
Terduga teroris yang ditangkap di Lumajang, FSI diketahui pernah kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Bali dan bekerja di Pulau Lombok, NTB.