Si Kabayan dalam karakternya mewakili masyarakat Sunda yang rileks dan memandang segala sesuatu dengan cara yang "sineger tengah" (mengambil pertengahan).
Berbagai cara dilakukan warga sebagai bentuk sukacita menyambut Ramadan, seperti tradisi nadran di Desa Baregbeg, Ciamis di Situs Ki Buyut Mangun Tapa.