Bripda IDF diduga ditembak oleh sesama anggota Densus 88. Namun, sang ayah Y Pandi mengaku awalnya tidak tahu sama sekali bahwa anaknya tewas ditembak.
Ayah Bripda IDF menilai ada kejanggalan dalam kasus anaknya yang tewas tertembak lantaran peluru mengenai batang leher Bripda IDF hingga tembus ke telinga.