Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia. Ia menyebut ini sebagai pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat.
I Nyoman Parta soroti penurunan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia menjadi 34. Ia menekankan perlunya pengawasan ketat untuk mencegah korupsi lebih lanjut.
Ketua Fraksi Golkar MPR, Melchias Mekeng, dorong pemda manfaatkan obligasi daerah untuk pembiayaan pembangunan. SDM dan tata kelola keuangan harus siap.
Eks penyidik KPK Yudi Purnomo menilai turunnya skor IPK Indonesia 2025 menjadi peringatan serius. Dia mengatakan pemerintah harus bersih-bersih birokrasi.
TII merilis Indeks Persepsi Korupsi 2025. Denmark, Finlandia, dan Singapura menduduki peringkat teratas, sementara Indonesia turun ke peringkat ke-109.