Militer AS dan Israel dilaporkan menyerang lebih dari 2.000 target Iran menggunakan 2.000 amunisi dalam 100 jam pertama perang udara melawan negara tersebut.
CENTCOM yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah mengungkapkan lebih dari 50.000 tentara dikerahkan dalam serangan terhadap Iran sejak Sabtu (28/2).
AS dan Iran terlibat dalam serangan intensif, mengakibatkan penipisan persenjataan. AS kekurangan rudal utama, sementara serangan balasan Iran terus berlanjut.
AS mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam serangan terkoordinasi terhadap Iran, menghancurkan target-target strategis dan menewaskan pejabat tinggi Teheran.
Pemerintah China buka suara atas serangan Israel dan AS terhadap Iran. Kepada Menlu Israel, Menlu China mendesak penghentian segera operasi militer itu.
Militer AS mulai menghadapi kekurangan persediaan rudal utama, termasuk rudal Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, saat serangan terhadap Iran terus berlanjut.