Perekonomian Rusia menunjukkan ketahanan dan terus tumbuh di tengah tekanan embargo Barat. Namun sanksi sekunder dari AS diyakini akan memudarkan proyeksi itu.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai hampir Rp 17.000. Sri Mulyani sebut ketidakpastian global pengaruhi kondisi ini hingga Maret 2025.