Samsul Hayatuloh, pemuda asal Tasikmalaya, ditangkap setelah menipu dan menggelapkan sepeda motor 10 buruh bangunan. Ia mengaku melakukan 24 aksi kejahatan.
Meskipun memiliki banyak keuntungan, petahana sering kalah karena masyarakat Jakarta lebih memilih pemimpin yang mampu melayani dan beradaptasi dengan harapan.