Terungkap dalam rekonstruksi, Panca Darmansyah sempat menangis karena melihat coretan tangan anaknya di dinding rumah kontrakan tempat ia membunuh 4 anaknya.
Pria berinisial MF (16) di Kota Palu, Sulteng yang menganiaya sadis siswa SD inisial AR (8) hingga tewas diduga mengalami gangguan kejiwaan atau psikopat.
Dua preman bernama Budi (40) dan Mulyadi (30) diamankan polisi karena melakukan pungutan liar (pungli) di SPBU di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).
Zulfahmi (46) dan ayahnya, Zainudin (70) menghabisi nyawa Sahroni dengan kayu dan golok. Pembunuhan itu sudah direncanakan keduanya akibat dendam lama.
Salah satu sosok pejuang perempuan di Lamongan adalah Ibu Subekti. Di usianya yang sudah lebih dari 95 tahun, ia masih ingat akan masa-masa perjuangannya.