Pertamina menanggapi isu peredaran oli palsu di Kalbar yang menggunakan mereknya. Sebagaimana disebutkan, transaksi oli palsu mencapai Rp 85 miliar per bulan.
Direktur Utama PT Katalis Sinergi Indonesia Hadiyanto mengatakan produksi perdana ini hasil kolaborasi panjang dan riset intensif antara berbagai pihak.