Kementerian Keuangan alokasikan Rp 200 triliun ke Himbara untuk dorong kredit perbankan. BSI optimis dana ini tingkatkan pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi.
Kondisi ekonomi Indonesia memburuk, banyak yang kesulitan bayar cicilan kendaraan. Rasio kredit macet meningkat, dampak daya beli masyarakat yang melemah.