Pengurus PKB Jatim menyampaikan penegasan, bila konsep memperbaiki yang digunakan berasal dari Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Sekjen PBNU, PKB menolaknya.
Para sopir mengaku sulit menempuh jarak 100 km per hari karena kondisi Jakarta yang macet, sehingga akhirnya gaji yang didapat kurang dari UMP Jakarta.