Momentum tahun kabisat terjadi empat tahun sekali di mana bulan Februari terdiri dari 29 hari. Lantas, mengapa 29 Februari hanya terjadi empat tahun sekali?
Sebuah penelitian menunjukkan perbedaan kebutuhan liburan orang-orang berdasarkan penghasilan. Mereka yang berpenghasilan rendah lebih membutuhkan wisata alam.